Logo
Berita Olahraga

Akses Balapan Internasional untuk Penyandang Disabilitas di Mandalika

Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk merasakan pengalaman balapan kelas dunia melalui kolaborasi dengan NTB Care.

S
Surya Kirana
14 October 2026 18 pembaca
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tak hanya menghadirkan adu cepat di lintasan. Para sahabat disabilitas dari Lombok Barat dan Lombok Tengah juga berkesempatan merasakan langsung atmosfer balapan internasional tersebut.(Foto:ITDC)
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tak hanya menghadirkan adu cepat di lintasan. Para sahabat disabilitas dari Lombok Barat dan Lombok Tengah juga berkesempatan merasakan langsung atmosfer balapan internasional tersebut.(Foto:ITDC)

Mandalika: Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menampilkan balapan motor yang mendebarkan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas dari Lombok Barat dan Lombok Tengah untuk menikmati suasana balapan internasional di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026. Kesempatan ini terwujud berkat kerja sama antara PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan NTB Care.

Selama tiga hari acara, para peserta akan mendapatkan akses ke Hospitality VIP Luxury Tent untuk menikmati gelaran balap di The Mandalika. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong pariwisata yang inklusif, serta sebagai perayaan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember.

Komitmen ITDC untuk Pariwisata Inklusif

Troy Warokka, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sinergi antara ITDC dan NTB Care untuk memperluas akses bagi penyandang disabilitas dalam sektor pariwisata, termasuk dalam event internasional. "Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin antara ITDC dengan NTB Care. Selain itu, kegiatan ini merupakan wujud komitmen ITDC dalam menciptakan destinasi pariwisata yang mampu memberikan akses dan kesempatan bagi sahabat disabilitas untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata, termasuk event internasional yang berlangsung di The Mandalika, sehingga muncul rasa memiliki yang kuat terhadap keberadaan The Mandalika," ungkap Troy.

Untuk memastikan kenyamanan peserta, NTB Care juga menyediakan juru bahasa isyarat (JBI) dan tim pendamping khusus selama mereka berada di area VIP. Hamzah, salah satu peserta dari Lombok Barat, mengungkapkan bahwa kesempatan ini menjadi pengalaman berharga. "Event ini memberikan hal baru bagi kami. Memang kami tidak bisa menikmati suasana ini secara visual, tapi tidak semua orang bisa mendapatkan akses ke sini. Kami bersyukur dengan adanya sinergitas ini, kami bisa menjadi bagian dari event dunia ini," katanya.

Pengalaman Berharga bagi Penyandang Disabilitas

Usman, seorang penyandang disabilitas netra asal Lombok Tengah, juga merasakan kebahagiaan serupa. Ia merasa senang bisa hadir di ajang internasional yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Alhamdulillah, saya senang dengan akses ini. Tumben bisa masuk ke event bertaraf internasional. Terima kasih, NTB Care dan ITDC, yang mau berbagi euforia ini dengan kami," tuturnya.

Gr. Topan MA, S.Pd., Ketua DPD Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) NTB, memberikan apresiasi terhadap inisiatif ini dan berharap agar kesempatan serupa dapat diperluas. "Terima kasih sudah memberikan kesempatan untuk menjadi bagian dari event dunia ini. Semoga ke depannya ITDC memberikan ruang yang lebih luas lagi bagi dunia disabilitas di NTB," ujarnya.

Yuni Bourhany, Direktur NTB Care, menambahkan bahwa kesempatan ini bukan hanya tentang akses ke area VIP, tetapi juga memberikan pengalaman yang membuat penyandang disabilitas merasa dihargai. "Terima kasih, ITDC tidak hanya memberikan kursi di Luxury Tent, tetapi juga memberikan kehormatan dan rasa diakui sebagai manusia yang sama. Bagi sahabat difabel yang selama ini hanya mendengar deru event dari luar pagar, hari ini mereka ada di dalamnya. Kegiatan 9-11 Oktober ini merupakan bagian dari ikhtiar kita bersama menuju Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember," jelas Yuni.

ITDC juga berupaya menghadirkan pengalaman inklusif bagi penonton penyandang disabilitas yang memiliki tiket reguler. Melalui Tim Ask Me di Pertamina Mandalika International Circuit, ITDC mengidentifikasi penonton yang mengalami kesulitan mobilitas menuju area grandstand. Tim tersebut berkoordinasi dengan tim shuttle untuk memfasilitasi penjemputan dan pengantaran penonton ke titik shuttle di Gate 1, serta membantu mobilitas mereka hingga mencapai area grandstand sesuai tiket yang dimiliki.

Troy berharap kolaborasi dengan NTB Care dapat berlanjut dan menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas. Menurutnya, upaya ini merupakan bagian dari komitmen ITDC untuk menghadirkan pengalaman menonton Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang lebih inklusif, aman, dan nyaman bagi semua pengunjung. Melalui inisiatif ini, diharapkan penyelenggaraan ajang olahraga internasional di The Mandalika dapat menjadi daya tarik pariwisata sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk merasakan kemeriahannya.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait