Jakarta - Amri Syahnawi dan Nita Violina Marwah akan menjadi ujung tombak di cabang ganda campuran pada Asian Games 2026. Meskipun berada di posisi tersebut, keduanya tidak merasa terbebani dengan tanggung jawab yang diemban.
Amri dan Nita merupakan satu-satunya pasangan ganda campuran murni yang akan berkompetisi di cabang bulutangkis Asian Games Aichi-Nagoya yang berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Sementara itu, pasangan lain, Nikolaus Joaquin dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, merupakan pemain yang diambil dari ganda putra dan ganda putri.
Keduanya juga mencatatkan prestasi yang baik di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026, di mana mereka berhasil mencapai semifinal dan meraih medali perunggu. "Kalau saya pribadi beban tak ada. Saya lebih menikmati karena sejauh ini jadi andalan atau tak jadi andalan, kami latihan tetap sama, persiapan juga sama. Mungkin lebih ke ujung tombaknya jadi ke kita, kalau saya lebih menikmati lah," ungkap Amri saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.
Fokus pada Persiapan dan Pertandingan
Nita menambahkan, "Maksudnya, itu kan satu kebanggaan juga buat kami. Tapi enggak mau yang terlalu berpikir jauh. Kami mau fokus di persiapan, menikmati pertandingannya, dan jalani harinya semaksimal mungkin." Ia juga menyatakan bahwa hasil di Kejuaraan Dunia menjadi modal utama mereka untuk bersaing di Asian Games, yang menambah rasa percaya diri mereka.
Amri dan Nita mengakui bahwa mereka menjalani latihan dengan intensitas yang lebih tinggi. "Dia banyak detail-detailnya dan memaksa kami untuk naikin speed, fokusnya. Saya pribadi, kami, masuk dengan program Coach Nova," kata Nita. "Latihannya jadi berasa latihan. Kami juga jadi lebih mengerti mainnya bagaimana. Polanya harus seperti apa, Kak Amri harus mukul begini, aku gimana. Jadi sekarang kami berdua take and give-nya lebih dapat," tambahnya.
Pola Latihan yang Berubah
Amri juga menjelaskan bahwa kembalinya Coach Nova Widianto telah mengubah pola latihan ganda campuran menjadi lebih murni. "Mudah-mudahan ini kesempatan juga dengan sudah baliknya Coach Nova ke sini, kan mixed murni ya. Jadi polanya agak berubah dari yang sebelumnya sama sekarang. Jadi murni di latihan mixed itu pemain putra seperti ini, putrinya seperti ini. Sebagai pasangan juga harus saling mengisi dan komunikasinya harus bagus lah," ujarnya.
Lebih lanjut, Amri dan Nita berencana memanfaatkan kesempatan ini untuk kebangkitan ganda campuran Indonesia. "Ini kesempatan bagi kami, karena tak semua kesempatan dapat ini. Apalagi mixed double yang murni cuma kami, yang lain dari ganda putri dan ganda putra. Ya kesempatan ini coba kami maksimalkan," tegas Amri.