Logo
Raket

An Se Young Kembali ke Puncak Setelah Belajar dari Pengalaman Masa Lalu

An Se Young, pemain bulu tangkis asal Korea, berhasil meraih medali emas di Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah belajar dari kekalahan sebelumnya. Ia menegaskan tekadnya untuk tidak mengulangi kesalahan...

A
Anggun Ratnasari
31 August 2026 20 pembaca
An Se Young/[Foto:Xportsnews]
An Se Young/[Foto:Xportsnews]

'Ratu Bulu Tangkis' An Se Young menegaskan komitmennya untuk tidak mengulangi rasa sakit yang pernah dialaminya setelah berhasil mencapai puncak Kejuaraan Dunia, meskipun sempat mengalami cedera. Ia menjelaskan bahwa pengalaman dari Olimpiade Paris 2024 dan Kejuaraan Dunia sebelumnya menjadi motivasi utama dalam meraih kemenangan ini.

Pada tanggal 23, An Se Young berhasil mengalahkan Akane Yamaguchi, pemain peringkat dua dunia asal Jepang, dengan skor 2-0 (21-17, 21-14) dalam final tunggal putri Kejuaraan Dunia BWF 2026 yang berlangsung di New Delhi, India. An Se Young menjadi pemain bulu tangkis wanita Korea pertama yang meraih medali emas di Kejuaraan Dunia, setelah sebelumnya mencapainya di Kopenhagen 2023. Kemenangan ini menandai kembalinya An ke puncak setelah tiga tahun.

Performa Tanpa Cela di Turnamen

Secara khusus, An menunjukkan performa yang sangat baik di turnamen ini, tidak kehilangan satu game pun dari babak 64 besar hingga final, yang kembali menegaskan posisinya sebagai pemain terkuat di dunia. Setelah mengalahkan Wang Zhiyi, pemain peringkat tiga dunia asal China, di semifinal dengan skor 2-0, An menyelesaikan pertandingan final melawan Yamaguchi hanya dalam waktu 49 menit untuk meraih medali emas Kejuaraan Dunia yang kedua kalinya.

Setelah meraih kemenangan, An Se Young menjelaskan bahwa pencapaiannya ini lebih dari sekadar kemenangan biasa. Dalam sebuah wawancara yang kemudian dibagikan oleh BWF di media sosial, ia mengungkapkan, "Saya tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaan ini dengan kata-kata. Saya benar-benar bahagia dan gembira." Ia juga mengenang pengalaman masa lalunya yang membentuknya menjadi lebih kuat.

Belajar dari Kekecewaan

An Se Young mengungkapkan bahwa ia banyak belajar dari pengalaman di Olimpiade Paris dan Kejuaraan Dunia sebelumnya, bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia dengan jujur mengungkapkan kekecewaannya saat finis di urutan ketiga pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, Prancis, akibat cedera yang dialaminya. "Saat itu saya mengalami cedera, dan akhirnya kalah. Saya benar-benar kecewa," ujarnya. Ia menambahkan, "Jadi, saya berlatih lebih keras lagi kali ini."

Ia juga menjelaskan bahwa dinamika pertandingan final sangat berbeda dibandingkan semifinal. An menyatakan, "Ini pertandingan yang sangat sulit, seperti kemarin." Ia membandingkan gaya permainan Wang Zhiyi dan Yamaguchi, mengatakan, "Wang Zhiyi sangat tinggi dan banyak melakukan reli panjang. Namun, lawan hari ini bermain sangat cepat. Jadi saya mencoba untuk mengimbangi kecepatannya."

Akhirnya, An berhasil mencapai puncak dengan menyesuaikan permainan sesuai dengan lawan yang dihadapinya. BWF juga mencatat bahwa tidak hanya penampilan An yang mengesankan dalam turnamen ini, tetapi juga sikapnya yang mau belajar dari kesalahan masa lalu dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

Pada tanggal 28, federasi menggarisbawahi prestasi An Se Young sebagai salah satu pemain kunci dalam rangkuman Kejuaraan Dunia 2026 di situs resmi mereka. BWF menilai, "An Se Young berkompetisi di Kejuaraan Dunia meskipun masih merasakan sakit di kaki kirinya akibat cedera yang dialaminya di Japan Open." Mereka menambahkan, "Meskipun demikian, An Se Young dari Korea menunjukkan kelasnya dan merebut kembali tahta tanpa kehilangan satu game pun." Mengenai wawancara kemenangan An, BWF melaporkan, "An menyatakan bahwa poin kuncinya adalah dia belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak akan mengulanginya." BWF juga mencatat bahwa pernyataan An adalah kata-kata yang pasti akan melemahkan semangat pemain lawan.

Artikel Terkait