Dalam pertandingan IBL yang berlangsung pada Sabtu (2/5) sore, Pacific Caesar Surabaya mengalami kekalahan dari Rans Simba Bogor dengan skor 77-92. Andi Prasetyo, asisten pelatih tim, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kekalahan tersebut adalah kurangnya pemain bigman yang dapat diandalkan.
Di awal pertandingan, Pacific memberikan perlawanan yang cukup ketat pada kuarter pertama. Namun, performa mereka menurun drastis setelah itu. Andi Prasetyo menyatakan bahwa timnya kesulitan di sektor dalam lapangan. "Kami kesulitan di dalam. Kami mencoba kembali di babak kedua, tapi sulit untuk kami lakukan. Kami tidak punya pemain yang murni sebagai big man untuk menghentikan serangan Rans di bawah ring," ungkapnya saat diwawancarai oleh media setempat.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi Rans di zona playoff meskipun mereka masih berada di posisi keenam. Sementara itu, bagi Pacific Caesar Surabaya, peluang untuk masuk playoff semakin menipis. Mereka hanya menyisakan satu pertandingan lagi di Surabaya, yang akan dilaksanakan melawan Hangtuah Jakarta. Pacific bertekad untuk menutup musim dengan catatan positif pada laga kandang terakhir mereka, meskipun peluang untuk mencapai babak playoff sudah tertutup akibat rekor buruk yang mereka miliki.