Logo
Berita Olahraga

Antasyafi Robby Sukses Raih Emas di World Climbing Series Guiyang

Antasyafi Robby Al Hilmi berhasil meraih medali emas dalam kategori speed perorangan putra pada ajang World Climbing Series yang berlangsung di Guiyang, China. Ini merupakan pencapaian pertamanya di k...

D
Dyah Entenopo
12 September 2026 42 pembaca
Foto: Dok.FPTI
Foto: Dok.FPTI

Guiyang - Antasyafi Robby Al Hilmi mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas di nomor speed perorangan putra pada World Climbing Series yang diadakan di Guiyang, China. Pertandingan final berlangsung pada hari Jumat, 11 September 2026, di mana Robby bersaing dengan dua atlet tuan rumah, Yongzhi Ling dan Shouhong Chu, serta atlet Jepang, Ryo Omasa.

Dalam final tersebut, Robby mencatatkan waktu tercepat dengan 4,65 detik, mengalahkan Yongzhi Ling yang menempati posisi kedua dengan waktu 4,75 detik. Sementara itu, Shouhong Chu berada di peringkat ketiga dengan waktu 4,80 detik, dan Ryo Omasa harus puas di posisi keempat dengan catatan waktu 4,99 detik.

Pencapaian Pertama yang Membanggakan

Medali emas yang diraih Robby menjadi yang pertama baginya di ajang World Climbing Series. Selain itu, pencapaian ini juga menandai pemecahan rekor waktu pribadi terbaiknya di babak final. Robby mengungkapkan rasa bahagianya atas prestasi ini, yang ia anggap sebagai hasil dari dukungan berbagai pihak dan kerja kerasnya selama berlatih bersama rekan-rekan atlet di Indonesia.

“Saya senang karena ini emas pertama saya di World Climbing Series. Ini berkat dukungan semuanya dan latihan bersama teman-teman atlet di Indonesia,” ujar Robby. Ia juga mendedikasikan kemenangan ini untuk seluruh rakyat Indonesia dan ibunya tercinta, dengan ungkapan, “Ibu, akhirnya aku emas!”

Harapan untuk Medali Selanjutnya

Pelatih kepala Galar Pandu Asmoro berharap keberhasilan Robby di nomor speed perorangan dapat memberikan dampak positif bagi tim dalam nomor speed relay. Ia optimis Indonesia dapat menambah koleksi medali emas di ajang ini. “Kami berharap akan ada medali lagi yang didapat dari nomor relay,” kata Pandu Asmoro.

Di sisi lain, atlet Indonesia lainnya, Raharjati Nursamsa, harus terhenti di babak semifinal untuk kategori putra. Di sektor putri, Rajiah Sallsabillah juga terhenti di semifinal, sementara Adi Asih dan Berthdigna Devi Surya tidak berhasil melanjutkan ke babak selanjutnya setelah tersingkir di perempatfinal.

Artikel Terkait