Logo
Basket

Antoni Erga Ungkap Kunci Sukses Hornbills Redam Prastawa dan Agassi

Guard Borneo Hornbills, Antoni Erga, menjelaskan bahwa salah satu kunci keberhasilan timnya adalah meredam ketajaman Andakara Prastawa dan Agassi Goantara dalam pertandingan Final IBL GoPay 2026.

E
Elvira Adhitama
07 July 2026 35 pembaca
Antoni Erga Sebut Hornbills Memang Meredam Ketajaman Prastawa dan Agassi
Antoni Erga Sebut Hornbills Memang Meredam Ketajaman Prastawa dan Agassi

Dalam pertandingan Final IBL GoPay 2026 yang berlangsung sengit, Antoni Erga, guard dari Borneo Hornbills, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan timnya adalah kemampuan untuk meredam ketajaman Andakara Prastawa dan Agassi Goantara. Sebelum pertandingan dimulai, pelatih Hornbills, Cesar Camara Perez, menyatakan bahwa ia tidak merasa tertekan menghadapi Perrin Buford, pemain asing yang dikenal memiliki kemampuan mencetak poin tinggi. Coach Cesar, yang sudah sering menyaksikan permainan Buford di Jepang, lebih khawatir terhadap ancaman dari pemain lokal Pelita Jaya.

Dalam pernyataannya, Coach Cesar menegaskan bahwa pemain lokal seperti Prastawa, Agassi, Vincent Rivaldi Kosasih, dan Hendrick Xavi Yonga adalah yang paling berbahaya. Kekalahan Hornbills di Game 1, yang berakhir dengan skor 90-87 melalui babak overtime, menjadi pelajaran berharga bagi tim. Di momen-momen krusial, para pemain lokal Pelita Jaya menunjukkan performa terbaik, termasuk Prastawa yang mencetak enam poin di babak overtime meskipun hanya mampu mengumpulkan dua poin selama empat kuarter.

Kemenangan Bersejarah di Game 2

Di Game 2, Hornbills berhasil menunjukkan permainan yang luar biasa dengan meraih kemenangan 83-63, mencetak sejarah dengan selisih 20 poin. Namun, Agassi Goantara tetap tampil gemilang sebagai pencetak poin terbanyak dengan 15 poin. Meskipun Hornbills berhasil membatasi kontribusi pemain asing, pertahanan mereka masih memiliki celah, terlihat dari Agassi yang berhasil mencetak empat tembakan dari delapan percobaan dan mendapatkan enam free throw dari delapan kesempatan.

Drama Hingga Game 5

Setelah kedua pertandingan tersebut, Hornbills dan Pelita Jaya terlibat dalam drama yang menegangkan hingga Game 5 pada 28 Juni. Dalam pertandingan ini, pertahanan Hornbills berhasil mengunci pergerakan Prastawa dan Agassi. Agassi hanya mencetak tiga poin dengan akurasi tembakan 1/9, sementara Prastawa hanya berhasil memasukkan dua poin dalam 19 menit permainan dengan satu tembakan dari dua percobaan.

Dalam sesi wawancara, Antoni Erga menekankan bahwa fokus timnya adalah meredam kontribusi Prastawa dan Agassi. "Target kami memang Prastawa dan Agassi. Sepanjang pertandingan (Game 5), kami fokus untuk menurunkan kontribusi dari Prastawa dan Agassi. Kami kejar terus mereka berdua untuk tidak bisa melakukan tembakan dengan nyaman. Akhirnya kami berhasil melakukannya," ungkapnya. Dengan strategi yang tepat, Hornbills menunjukkan mental dan fisik yang kuat untuk menutup pergerakan dua guard terbaik di IBL dan meraih gelar juara pertama dalam sejarah klub.

Artikel Terkait