Armoni Brooks, seorang pemain basket berusia 28 tahun, diprediksi akan menjadi salah satu pemain yang meninggalkan ASVEL Villeurbanne pada bursa transfer musim panas ini. Keputusan ini muncul di tengah ketidakpastian finansial yang dialami oleh klub asal Prancis tersebut.
Brooks saat ini sedang dalam pembicaraan dengan beberapa tim di EuroLeague, di mana Partizan menunjukkan ketertarikan untuk merekrutnya. Selain itu, Real Madrid juga menjadi salah satu pilihan potensial bagi pemain ini. Brooks sebelumnya bergabung dengan ASVEL di awal musim panas sebagai bagian dari proyek ambisius yang melibatkan pemain-pemain lain seperti Sylvain Francisco dan Nick Weiler-Babb.
Masalah Keuangan ASVEL
Namun, ambisi klub tersebut terpaksa harus direvisi setelah mereka gagal menyelesaikan perjanjian investasi yang diperlukan tepat waktu. Sebelumnya, ASVEL dilaporkan memiliki utang sekitar €1,2 juta terkait dengan musim 2025-26, setelah pengeluaran pemain mereka tidak memenuhi tingkat minimum yang ditetapkan oleh Peraturan Stabilitas Keuangan dan Fair Play EuroLeague.
Menurut Standar Keseimbangan Kompetitif, selisih antara pengeluaran aktual ASVEL dan Tingkat Remunerasi Rendah yang diwajibkan harus dibagikan di antara para pemain yang terdaftar di tim tersebut pada musim lalu. Jika utang tersebut tidak dilunasi, ASVEL berisiko dilarang untuk mendaftarkan pemain dan pelatih pada musim EuroLeague 2026-27 hingga kewajiban tersebut terpenuhi.
Peluang Masa Depan Brooks
Dengan situasi yang tidak menentu di ASVEL, Armoni Brooks kini memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi opsi lain dalam kariernya. Ketertarikan dari tim-tim besar seperti Partizan dan Real Madrid menunjukkan bahwa ia masih memiliki nilai tinggi di pasar pemain EuroLeague.
Keputusan Brooks untuk meninggalkan ASVEL akan menjadi langkah penting dalam kariernya, terutama di tengah tantangan yang dihadapi klub saat ini.