Jakarta - PBSI kembali mencoba kombinasi baru dalam kategori ganda campuran. Kali ini, Bagas Maulana dipasangkan dengan Indah Cahya Sari Jamil, dan keduanya akan melakoni debut mereka di Pontianak International Challenge 2026. Pengumuman mengenai pasangan ini disampaikan oleh PBSI pada Selasa (4/8/2026).
Kepala bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah Bagas menyatakan keinginannya untuk beralih dari ganda putra ke ganda campuran. "Bagas Maulana telah menyampaikan keinginannya untuk beralih fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran," ungkap Eng Hian.
Proses Transisi yang Terencana
Eng Hian menambahkan, setelah berdiskusi dengan tim pelatih, mereka memberikan kesempatan kepada Bagas untuk menjalani proses transisi ini sebagai bagian dari pengembangan kariernya. "Tentunya proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan performanya di lapangan," ujarnya.
Sebelumnya, Bagas merupakan pasangan Leo Rolly Carnando dan kemudian berpasangan dengan Muh. Putra Erwiansyah di sektor ganda putra. Kini, ia akan bermain di nomor campuran bersama Indah, yang sebelumnya berkolaborasi dengan Adnan Maulana.
Debut di Pontianak International Challenge 2026
Pontianak International Challenge 2026 akan menjadi panggung perdana bagi pasangan Bagas dan Indah. "Sebagai langkah awal, pada Pontianak International Challenge 2026 kami memutuskan memasangkan Bagas dengan Indah Cahya Sari Jamil," tuturnya. "Kombinasi ini merupakan bagian dari upaya penyegaran pasangan sekaligus untuk mencoba opsi baru di sektor ganda campuran. Melalui turnamen ini, kami ingin melihat potensi, chemistry, serta kecocokan karakter permainan keduanya dalam pertandingan resmi," jelas pelatih yang akrab disapa Didi.
Eng Hian menegaskan bahwa PBSI tidak akan terburu-buru dalam menentukan masa depan pasangan ini. Hasil dari beberapa turnamen awal akan menjadi acuan untuk evaluasi tim pelatih. "Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Turnamen-turnamen awal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menentukan arah pembinaan dan kemungkinan pengembangan pasangan ini ke depan," kata Eng Hian.