Di Sirkuit Motorland Aragon, Francesco Bagnaia, yang merupakan juara dua kali MotoGP, menghadapi tantangan berat pada sesi latihan yang berlangsung pada hari Jumat. Dalam sesi tersebut, Bagnaia mencatatkan waktu terburuk di antara para pembalap Ducati, tertinggal lebih dari satu detik dari Marco Bezzecchi dari Aprilia yang memimpin di posisi ke-13.
Dalam usaha kerasnya untuk masuk ke dalam sepuluh besar dengan menggunakan ban lunak baru, Bagnaia melakukan kesalahan di tikungan terakhir yang menghalangi upayanya. Setelah sesi latihan berakhir, ia memilih untuk berhenti di pinggir lintasan guna menenangkan diri sebelum kembali ke garasi. Ia mengungkapkan rasa frustrasi dan kegugupannya akibat kegagalan menyelesaikan lap yang memuaskan, serta menyadari bahwa dalam kondisi emosional seperti itu, ia bisa merusak hubungan kerja tim jika tidak segera menenangkan diri.
Performa yang Menurun Sejak Balapan di Silverstone
Bagnaia juga menyatakan bahwa sejak MotoGP kembali setelah jeda di Grand Prix Inggris pada bulan Agustus, ia merasa kurang nyaman dengan motornya. Rasa percaya dirinya menurun drastis dibandingkan dengan performa sebelum jeda. Ia mengalami kesulitan dalam hal pengereman, memasuki tikungan, dan mendapatkan cengkeraman belakang yang cukup, meskipun kondisi lintasan dinyatakan lebih stabil.
Harapan untuk Solusi dari Tim Ducati
Beruntung bagi Bagnaia, tim Ducati terus berupaya keras untuk mencari solusi guna meningkatkan performanya. Ia berharap bahwa solusi yang ditawarkan oleh tim dapat memberikan hasil yang efektif pada sesi berikutnya. Dalam menghadapi situasi yang menantang ini, Bagnaia juga mengapresiasi kehadiran Alex Marquez, yang dianggapnya memberikan pengaruh positif.