Toprak Razgatlioglu, yang tengah menjalani musim debutnya di MotoGP, belum menunjukkan prestasi yang memuaskan. Namun, kepala kru Pramac Yamaha, Alberto Giribuola, mengakui bahwa bakat luar biasa Razgatlioglu membuat tim merasa terkesan sekaligus cemas. Di musim 2026 ini, Razgatlioglu masih dalam proses penyesuaian yang tidak mudah dan hingga saat ini belum berhasil masuk dalam jajaran 10 besar.
Giribuola mengungkapkan bahwa meskipun hasil yang diraih belum sesuai harapan, kemampuan alami Razgatlioglu di atas motor tetap mendapatkan pujian dari tim. Dalam sebuah wawancara, ia menjelaskan bahwa gaya balap Toprak sering kali membuat para mekanik menahan napas saat menyaksikan aksinya di lintasan. "Dia termasuk pebalap yang mengerem sangat terlambat, sama seperti Dovizioso," ujarnya, merujuk pada pebalap yang pernah bekerja bersamanya.
Keahlian Pengereman dan Adaptasi
Giribuola menambahkan bahwa meskipun Toprak memiliki gaya pengereman yang agresif, ia juga mampu tampil cepat di tikungan berkecepatan tinggi, sebuah kemampuan yang tidak dimiliki oleh banyak pebalap. "Toprak kadang melakukan sesuatu yang benar-benar luar biasa. Dia masuk ke beberapa tikungan dengan sangat agresif sampai-sampai kami yang berada di garasi ikut merasa cemas," jelasnya. Ia menekankan bahwa meskipun Razgatlioglu ahli dalam pengereman terlambat, ia juga memiliki kemampuan lain yang menjadikannya pebalap yang lebih lengkap.
Menurut Giribuola, hasil yang belum memuaskan pada musim ini tidak mencerminkan kualitas sebenarnya dari Razgatlioglu. Ia berpendapat bahwa pebalap asal Turki tersebut masih perlu beradaptasi dengan karakter motor prototipe MotoGP yang sangat berbeda dari motor WorldSBK yang digunakannya sebelumnya. Manajemen Pramac juga telah menyatakan keyakinan bahwa Toprak memiliki potensi besar untuk sukses di kelas utama jika dapat melewati masa adaptasi ini.
Kecerdasan dalam Belajar
Selain kemampuan pengereman, Giribuola juga menyoroti kecerdasan Toprak dalam mempelajari gaya balap pebalap lain. "Kemampuan luar biasa lainnya adalah ketika dia mengikuti pebalap lain. Dia bisa langsung meniru apa yang dilakukan lawannya, bahkan jika sebelumnya belum pernah melakukannya. Dia sangat cepat mengamati dan beradaptasi," ungkapnya. Giribuola menekankan bahwa tidak semua pebalap MotoGP memiliki kelebihan tersebut, di mana banyak yang kesulitan mengikuti ritme pebalap lain yang lebih cepat. Sementara itu, Razgatlioglu mampu memanfaatkan kehadiran pebalap di depannya sebagai referensi untuk meningkatkan kecepatannya.
Meskipun baru mengumpulkan sedikit poin di paruh pertama musim, kemampuan beradaptasi dan bakat alami Toprak Razgatlioglu membuat Pramac Yamaha tetap optimis bahwa ia akan berkembang menjadi salah satu pebalap yang patut diperhitungkan di masa mendatang.