Asosiasi Badminton Malaysia (BAM) kembali memanfaatkan pelatih lokal yang sudah berpengalaman untuk memperkuat tim kepelatihan di sektor ganda. Teo Kok Siang ditunjuk sebagai pelatih ganda campuran, sementara Wong Pei Tty, mantan pemain peringkat satu dunia, akan mengisi posisi pelatih ganda putri. Pengumuman ini dilakukan pada hari Jumat, dan keduanya dijadwalkan untuk memulai tugas resmi mereka pada hari Selasa.
Walaupun Kok Siang diangkat sebagai pelatih ganda campuran, ia bukanlah pengganti langsung untuk Nova Widianto. BAM diperkirakan akan mengumumkan kandidat baru untuk posisi kepala pelatih ganda campuran secara terpisah. Rexy Mainaky, Direktur Kepelatihan Nasional, menyatakan bahwa posisi yang kosong tersebut telah terisi dan proses penunjukannya telah selesai.
Penunjukan Pelatih Lokal
“Posisi yang lowong itu sudah terisi. BAM akan mengumumkannya nanti,” ungkap Rexy saat ditemui setelah sesi latihan di Academy Badminton Malaysia. “Sudah ditandatangani, semuanya sudah selesai, tetapi akan diumumkan oleh BAM nanti.” Ia juga menambahkan bahwa pelatih kepala yang baru adalah warga negara Malaysia, sesuai dengan kebijakan BAM yang saat ini lebih memprioritaskan pelatih lokal. “Yang pasti, pelatihnya adalah pelatih lokal. Ketua komite kinerja kami (Datuk Seri Lee Chong Wei) memprioritaskan pemain lokal terlebih dahulu,” tambahnya.
Kembalinya Teo Kok Siang dan Wong Pei Tty
Kembalinya Kok Siang ke BAM menambah pengalaman lokal di sektor ganda campuran. Sebelumnya, mantan pemain nasional ini telah melatih program ganda junior dan senior selama lima tahun sebelum meninggalkan asosiasi tersebut pada tahun 2022. Kini, ia akan bergabung dengan tim pelatih ganda campuran yang sudah ada.
Sementara itu, Wong Pei Tty kembali ke posisi pelatih ganda putri, di mana ia sebelumnya juga pernah bertugas. Pei Tty, yang pernah mewakili Malaysia di Olimpiade Athena 2004 dan Beijing 2008, membawa banyak pengalaman baik sebagai pemain maupun pelatih ke dalam tim nasional. BAM menyatakan bahwa kedua penunjukan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat struktur kepelatihan dan meningkatkan pengembangan pemain serta performa di tingkat internasional.