Tony Bellew berbicara mengenai ketahanan pukulan Anthony Joshua setelah kemenangan dramatis yang diraihnya akhir pekan lalu. Sepanjang kariernya, Joshua telah mengalami empat kekalahan, di mana dua di antaranya terjadi melalui keputusan juri oleh Oleksandr Usyk pada tahun 2021 dan 2022, yang mengakibatkan hilangnya gelar juara dunia. Sementara itu, dua kekalahan lainnya didapat melalui knockout, yakni dari Andy Ruiz Jr pada tahun 2019 dan Daniel Dubois pada tahun 2024. Meskipun mengalami kekalahan KO, Joshua beberapa kali berhasil bangkit sebelum wasit menghentikan pertarungan saat ia masih dalam posisi berdiri, dianggap tidak mampu melanjutkan pertarungan.
Pada akhir pekan lalu, Joshua kembali bertanding untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Jake Paul pada bulan November tahun lalu. Ia langsung menghadapi tekanan ketika dijatuhkan dua kali oleh underdog Kristian Prenga di ronde pertama. Namun, “AJ” menunjukkan kemampuannya untuk bangkit pada kedua kesempatan tersebut dan sebelum ronde kedua berakhir, Joshua melancarkan kombinasi pukulan keras yang membuat Prenga tidak dapat melanjutkan pertarungan hingga hitungan wasit selesai.
Pandangan Bellew tentang Ketahanan Joshua
Dalam sebuah wawancara dengan The Stomping Ground, Bellew ditanya mengenai kekhawatiran yang dimiliki banyak orang terkait ketahanan dagu Joshua. Bellew menegaskan bahwa ia tidak meragukan daya tahan Joshua. Ia berpendapat bahwa sulit untuk mempertanyakan ketahanan seorang petinju yang tidak pernah benar-benar terkapar tak sadarkan diri. Bellew menekankan bahwa Joshua selalu mampu bangkit setiap kali terjatuh, termasuk saat melawan Daniel Dubois. Ia juga menambahkan bahwa faktor kebugaran sangat berpengaruh terhadap kemampuan bangkit seorang petinju, karena pada dasarnya siapa pun bisa dijatuhkan di atas ring.
Jadwal Pertarungan Mendatang
Selanjutnya, Joshua direncanakan untuk menghadapi Tyson Fury dengan target pertarungan pada bulan November, meskipun tanggal dan lokasi resmi belum diumumkan. Fury sendiri juga pernah terjatuh beberapa kali dalam kariernya, termasuk saat pertarungan melawan Deontay Wilder, di mana ia berhasil bangkit dengan dramatis. Ia juga pernah dijatuhkan oleh petinju yang kurang berpengalaman seperti Francis Ngannou. Namun, seperti Joshua, Fury selalu mampu berdiri kembali, membuka peluang untuk pertarungan yang sengit antara kedua rival lama tersebut.