Logo
Berita Olahraga

Bezzecchi Tetap Berjuang Meski Tertinggal Jauh dari Marquez

Marco Bezzecchi menyadari peluangnya untuk meraih gelar juara MotoGP semakin menipis setelah balapan di Malaysia, namun ia tetap optimis selama masih ada harapan matematis.

E
Elvira Adhitama
02 November 2026 5 pembaca
Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain
Foto: REUTERS/Hasnoor Hussain

Di Sepang, Marco Bezzecchi mengakui bahwa kesempatan untuk meraih gelar juara semakin kecil setelah balapan di Malaysia. Meskipun demikian, pebalap Aprilia ini tidak ingin menyerah selagi masih ada kemungkinan dalam perhitungan matematis.

Bezzecchi berhasil mengumpulkan 17 poin setelah menempati posisi ketiga di sprint race dan finis di urutan keenam pada balapan grand prix akhir pekan lalu. Dengan hasil tersebut, total poin yang diraihnya kini mencapai 332, tertinggal 67 poin dari Marc Marquez yang berada di puncak klasemen MotoGP.

Rival Terdekat dan Tantangan di Sisa Musim

Sementara itu, Jorge Martin, yang menjadi pesaing terdekat Marquez, terpaksa absen di Sepang akibat cedera serius yang didapatnya di Australia. Hal ini membuat Martin mengakui bahwa ia kesulitan untuk bersaing di sisa musim ini.

Marquez berpeluang untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 di seri Qatar yang akan berlangsung akhir pekan ini, dengan syarat ia harus mengumpulkan 30 poin lebih banyak dari Bezzecchi dan rekan satu timnya di sprint serta balapan utama. Bezzecchi pun berkomitmen untuk terus berjuang demi mempertahankan harapannya.

Optimisme Bezzecchi di Tengah Kesulitan

"Bisa dikatakan sangat sulit, secara realistis, ini berat," ungkap Bezzecchi yang berusia 27 tahun. "Namun, selama perhitungan matematis masih memungkinkan, saya akan terus percaya dan bekerja keras setiap hari, baik di rumah maupun saat balapan."

Bezzecchi menyadari bahwa situasi saat ini tidaklah mudah, mengingat performa Marquez yang sangat baik. "Grand prix ini datang di fase persaingan gelar ketika kami tidak memerlukan balapan yang sulit. Inilah kenyataannya," tambahnya.

Dia menekankan pentingnya kerja keras timnya untuk menghadapi tantangan di MotoGP Qatar 2026, mengingat Ducati telah mendominasi Sirkuit Lusail dalam empat musim terakhir, termasuk kemenangan Marquez pada tahun lalu.

Artikel Terkait