Logo
Basket

Caitlin Clark Tunjukkan Kualitasnya Meski Indiana Fever Kalah dari Mystics

Caitlin Clark berhasil menemukan ritme permainan di kuarter keempat, namun Indiana Fever harus menerima kekalahan tipis 104-102 dari Washington Mystics dalam pertandingan WNBA di Indianapolis.

S
Surya Kirana
17 May 2026 20 pembaca
Caitlin Clark Tunjukkan Kualitasnya Meski Indiana Fever Kalah dari Mystics
Caitlin Clark (kanan) menutup laga dengan 32 poin, delapan assist, dan empat rebound, termasuk tujuh tembakan 3 poin dari 17 percobaan. (Foto: AP)

Caitlin Clark menunjukkan performa mengesankan di kuarter terakhir, membantu Indiana Fever memaksakan perpanjangan waktu, meskipun akhirnya timnya kalah tipis 104-102 dari Washington Mystics pada lanjutan WNBA di Indianapolis, Jumat malam (15/5). Setelah mengalami kesulitan di awal pertandingan, bintang muda Fever ini tampil luar biasa di akhir laga.

Clark menyelesaikan pertandingan dengan total 32 poin, delapan assist, dan empat rebound, termasuk tujuh tembakan tiga angka dari 17 percobaan. Di kuarter keempat, dia mencetak 17 poin, termasuk lima tembakan tiga angka yang membantu Indiana bangkit dari ketertinggalan sembilan poin. Momen paling dramatis terjadi ketika Clark berlari mengelilingi garis tembakan tiga angka sebelum menerima handoff dari Myisha Hines-Allen dan melepaskan tembakan tiga angka penyeimbang dengan waktu tersisa 3,1 detik, yang membuat skor menjadi 89-89 dan memaksa perpanjangan waktu.

“Saya merasa sebenarnya bisa memasukkan lima tembakan lagi,” ungkap Caitlin Clark setelah pertandingan. “Semuanya terasa dekat untuk masuk. Senang akhirnya bisa menemukan ritme dan melihat beberapa tembakan berhasil.” Dia juga mengakui bahwa awal musim yang kurang baik dari garis tiga angka sempat memengaruhi kepercayaan dirinya. Dalam dua pertandingan pertama musim ini, Clark hanya berhasil memasukkan tiga dari 16 percobaan tembakan tiga angka.

“Saya rasa saya sempat ragu-ragu saat menembak di awal musim,” kata Clark. “Saya tidak perlu melakukan itu. Saya bermain terbaik saat langsung percaya diri menembak.” Sebelum kuarter keempat dimulai, Clark hanya berhasil memasukkan dua dari 15 percobaan tembakan lapangan. Dia terlihat frustrasi setelah gagal memasukkan tembakan tiga angka pada awal kuarter ketiga, namun segera bangkit dan menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu shooter terbaik di liga.

Performa Memukau di Kuarter Akhir

Clark membuka kuarter keempat dengan dua tembakan tiga angka berturut-turut, diikuti dengan steal yang menghasilkan lemparan bebas bagi Indiana. Dia juga mencetak layup, memberikan assist kepada Kelsey Mitchell dalam fast break, dan kembali mencetak dua tembakan tiga angka penting, termasuk tembakan penyeimbang menjelang akhir waktu normal.

Tantangan di Sisi Pertahanan

Meski tampil sangat baik di sisi ofensif, Clark menilai bahwa pertahanan Indiana masih menjadi masalah utama. Fever kembali kebobolan lebih dari 100 poin untuk kedua kalinya dalam tiga pertandingan musim ini. “Kami terlalu membiarkan keberhasilan atau kegagalan tembakan memengaruhi pertahanan kami,” kata Clark. “Ketika situasi tidak berjalan baik, kami tetap harus mampu bertahan dan mendapatkan stop, dan sejauh ini kami belum melakukannya dengan cukup baik.”

Pelatih Fever, Stephanie White, juga menyampaikan pandangan serupa, menilai bahwa timnya terlalu bergantung pada performa serangan. “Kami memberi terlalu banyak tekanan pada offense untuk selalu sempurna ketika kami tidak bertahan secara konsisten,” ujar White.

Artikel Terkait