Dalam dunia tinju, Carl Froch mengungkapkan pendapatnya mengenai Oleksandr Usyk, yang sebaiknya mempertimbangkan untuk pensiun sebelum menghadapi generasi baru di kelas berat. Mantan juara dunia kelas menengah super ini berpendapat bahwa usia Usyk mulai berdampak pada performanya, sehingga pertarungan melawan prospek muda seperti Moses Itauma bisa menjadi tantangan yang sangat berat.
Moses Itauma, petinju berusia 21 tahun, saat ini tengah naik daun dan telah menembus peringkat atas di berbagai badan tinju dunia. Ia kini menduduki posisi teratas di peringkat WBO dan WBA, serta masuk dalam tiga besar versi WBC dan IBF. Perkembangan kariernya ini sempat memunculkan harapan untuk bertanding melawan Usyk. Namun, kesempatan tersebut kini tampak semakin menipis.
Oleksandr Usyk baru-baru ini melepaskan tiga sabuk juara dunia kelas berat yang ia pegang, yang dianggap sebagai sinyal bahwa ia tidak akan menghadapi penantang utama sebelum memutuskan untuk pensiun. Dalam sebuah wawancara dengan Betpack, Froch menyatakan rasa ingin tahunya mengenai hasil pertarungan antara Usyk dan Itauma, meskipun ia merasa bahwa Usyk tidak lagi berada dalam kondisi terbaiknya.
Performa Usyk yang Menurun
"Saya ingin sekali melihat pertarungan itu. Saya penasaran bagaimana versi Usyk saat ini menghadapi petinju muda dengan kecepatan dan pergerakan seperti Moses Itauma. Menurut saya, Usyk sudah tidak berada di kondisi fisik terbaik karena faktor usia," ujar Froch.
Froch juga menilai penampilan Usyk saat mengalahkan Rico Verhoeven menunjukkan adanya penurunan performa. Meskipun berhasil meraih kemenangan melalui penghentian wasit, Usyk dinilai menghadapi perlawanan yang lebih sulit dibandingkan yang diperkirakan oleh banyak pengamat. Froch kemudian membandingkan pengalaman Usyk dengan pengalamannya sendiri menjelang pensiun.
Refleksi Pribadi Carl Froch
Froch mengungkapkan bahwa meskipun ia masih dalam kondisi prima setelah mengalahkan George Groves pada usia hampir 37 tahun, saat bersiap menghadapi Julio Cesar Chavez Jr., ia merasakan hilangnya motivasi. "Saya tahu bagaimana rasanya. Saya masih kuat secara fisik saat berusia 36 tahun, tetapi setelah itu saya tidak lagi memiliki semangat yang sama. Pertarungan melawan Groves menguras tenaga dan mental saya. Kalau saya jadi Usyk, saya akan memilih pensiun sekarang," katanya.
Walaupun demikian, Oleksandr Usyk telah menegaskan bahwa ia masih ingin menjalani satu pertarungan lagi sebelum benar-benar meninggalkan ring. Beberapa laporan menyebutkan bahwa mantan juara dunia WBC, Deontay Wilder, menjadi kandidat terkuat untuk menjadi lawan terakhirnya.
Sementara itu, Moses Itauma terus mempersiapkan diri untuk mencapai level elit dalam kariernya. Ia dijadwalkan bertanding bulan depan melawan Filip Hrgovic, yang dianggap sebagai ujian terbesar dalam karier profesionalnya sejauh ini. Jika ia berhasil meraih kemenangan, peluang Itauma untuk merebut gelar juara dunia diperkirakan akan semakin terbuka.