Pada hari Kamis (7/5) waktu setempat, Charlotte Hornets mengejutkan banyak pihak dengan keputusan untuk memperpanjang kontrak kepala pelatih mereka, Charles Lee. Meskipun rincian mengenai kontrak tersebut tidak diungkapkan, langkah ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap Lee setelah tim mengalami peningkatan yang luar biasa, dengan tambahan 25 kemenangan di musim ini.
Hornets menutup musim dengan catatan yang sangat memuaskan, yaitu 28 kemenangan dari 38 pertandingan terakhir mereka. Setelah hanya meraih 19 kemenangan di musim debut Lee, tim ini berhasil mengumpulkan total 44 kemenangan sebelum terhenti oleh Orlando Magic di turnamen play-in. Peningkatan 25 kemenangan yang dicatatkan merupakan lompatan kemenangan tahunan terbesar dalam sejarah franchise.
Pembangunan Identitas Tim
Jeff Peterson, presiden operasi bola basket Hornets, menyatakan, "Charles telah membangun fondasi solid bagi identitas tim yang kami inginkan. Sejak awal, Charles dan stafnya fokus pada pengembangan pemain, menciptakan lingkungan di mana setiap pemain berkomitmen untuk terus berkembang."
Setelah memulai musim dengan rekor 16-28, Hornets berhasil mengubah arah permainan mereka dengan mencatatkan 28 kemenangan dan hanya 10 kekalahan di paruh kedua musim. Pemain baru Kon Knueppel dan LaMelo Ball tampil menonjol di liga, menduduki posisi satu dan dua dalam hal tembakan tiga poin. Di bawah kepemimpinan Lee, Hornets mencapai net rating terbaik di NBA (+10,5) dari 1 Januari hingga akhir musim, dengan rating ofensif tertinggi (120,7) dan peringkat kelima dalam rating defensif (110,2).
Masa Depan yang Cerah
Lee mengungkapkan kebahagiaannya terhadap perkembangan tim, "Saya sangat senang dengan arah yang kita tuju dan masa depan yang cerah. Para pemain menunjukkan komitmen untuk berkembang, dan saya bangga dengan budaya yang kita bangun bersama." Selain itu, Charlotte mencatatkan rekor franchise dengan 10 kemenangan tandang berturut-turut dan menyamai rekor NBA dengan delapan kemenangan tandang dengan selisih lebih dari 25 poin.
Sebelum bergabung dengan Hornets, Lee memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih selama 10 musim di Boston Celtics, Milwaukee Bucks, dan Atlanta Hawks, serta berhasil meraih kejuaraan NBA bersama Celtics (2023-2024) dan Bucks (2020-2021). Tantangan berikutnya bagi Lee adalah mengakhiri puasa playoff Hornets yang sudah berlangsung selama 11 tahun, yang merupakan yang terpanjang di NBA saat ini.