Pencarian Badan Bulu Tangkis Malaysia (BAM) untuk posisi pelatih kepala ganda campuran tampaknya telah menemukan titik terang dengan tawaran yang diberikan kepada Pang Cheh Chang, pelatih ganda putra junior nasional. Cheh Chang, yang merupakan mantan pemain nasional, telah berkarier di BAM selama dua dekade dan berkontribusi besar dalam mencetak juara dunia junior seperti Tan Boon Heong-Hoon Thien How pada tahun 2004 serta Kang Khai Xing-Aaron Tai pada tahun 2024.
Keputusan BAM untuk mencari pelatih baru muncul setelah kepergian Nova Widianto, pelatih asal Indonesia, pada bulan Juli yang lalu. Sementara itu, pelatih independen Teo Kok Siang telah kembali untuk membimbing tim nasional senior. Cheh Chang, yang diharapkan mengambil alih posisi Nova, dilaporkan telah memulai tugasnya meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai pengangkatannya sebagai kepala pelatih.
Pertimbangan Lain dalam Penunjukan Pelatih
Direktur pelatihan ganda nasional, Rexy Mainaky, mengungkapkan bahwa BAM masih mempertimbangkan sejumlah nama lain, termasuk pelatih Malaysia yang saat ini berada di luar negeri. Beberapa kandidat tersebut antara lain Lee Wan Wah, yang menjabat sebagai kepala ganda putra Jepang, Jeremy Gan, pelatih ganda campuran Hong Kong, dan Tan Bin Shen, kepala ganda putra Hong Kong. Rexy menyatakan bahwa BAM mungkin ingin memberikan kesempatan kepada Cheh Chang terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan akhir.
Kemungkinan Kembalinya Yap Kim Hock
Selain itu, Yap Kim Hock, mantan kepala pelatih BAM yang kini melatih di Akademi Bulu Tangkis Zhengzhou di Henan, Tiongkok, juga menjadi salah satu kandidat. Namun, Kim Hock tidak akan langsung kembali ke tim senior karena ia akan menggantikan Cheh Chang sebagai pelatih ganda putra junior nasional yang baru. Pengumuman resmi mengenai pengangkatan pelatih baru ini direncanakan setelah pelaksanaan Asian Games Aichi-Nagoya yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.