Logo
Sepakbola

Chelsea Memiliki Banyak Bek Tengah, Apa Pendapat Xabi Alonso?

Chelsea kini memiliki sepuluh bek tengah, termasuk rekrutan terbaru Maxence Lacroix. Manajer Xabi Alonso mengungkapkan bahwa jumlah tersebut terlalu banyak dan idealnya hanya membutuhkan empat hingga...

S
Surya Kirana
01 August 2026 8 pembaca
Foto: REUTERS/David Klein
Foto: REUTERS/David Klein

Chelsea saat ini memiliki jumlah bek tengah yang berlebihan, dengan total sepuluh pemain dalam skuad mereka. Manajer Xabi Alonso baru-baru ini menambahkan Maxence Lacroix yang didatangkan dari Crystal Palace ke dalam daftar bek tengah yang ada.

Selain Lacroix, sembilan bek tengah lainnya yang dimiliki Chelsea adalah Levi Colwill, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Mamadou Sarr, Tosin Adarabioyo, Axel Disasi, Benoit Badiashile, Aaron Anselmino, dan Josh Acheampong. Dengan banyaknya pemain di posisi ini, Alonso menyatakan bahwa hal tersebut tidak ideal untuk timnya.

Jumlah Bek Tengah yang Berlebihan

Menjelang musim baru, Chelsea memang sering kali menghadapi situasi di mana mereka memiliki banyak pemain di satu posisi. Xabi Alonso mengungkapkan, "Idealnya kami punya empat-lima bek tengah saja," yang menunjukkan bahwa sepuluh bek tengah dirasa terlalu banyak untuk kebutuhan tim.

Beberapa pemain di posisi bek tengah tersebut sedang dalam sorotan untuk dijual. Axel Disasi, yang telah dipinjamkan selama satu musim, kemungkinan akan dijual ke klub Liga Inggris lainnya. Selain itu, Benoit Badiashile juga dilaporkan menarik perhatian Napoli.

Transfer dan Pinjaman Pemain

Trevoh Chalobah kini diminati oleh Como, sementara Josh Acheampong berpotensi dipinjamkan agar bisa mendapatkan lebih banyak pengalaman bermain. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi, Chelsea harus mempertimbangkan langkah selanjutnya untuk mengelola skuad mereka dengan lebih efisien.

Di tengah semua perubahan ini, perhatian juga tertuju pada Mykhailo Mudryk, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi tim. Namun, beberapa pemain juga mengalami masalah cedera, yang membuat manajemen harus lebih berhati-hati dalam mengatur rotasi pemain.

Artikel Terkait