Logo
Raket

Chiam Zi Hong Tampil Gemilang di Grand Final Piala Lee Chong Wei

Chiam Zi Hong, pebulutangkis berusia 14 tahun, berhasil melaju ke Grand Final Piala Lee Chong Wei setelah mengalahkan William Phoon dalam kualifikasi yang ketat. Ia mengagumi legenda bulutangkis Malay...

A
Anggun Ratnasari
01 September 2026 25 pembaca
Chiam Zi Hong/[Foto:NST]
Chiam Zi Hong/[Foto:NST]

Pebulutangkis muda berbakat, Chiam Zi Hong, yang baru berusia tujuh tahun saat Datuk Seri Lee Chong Wei pensiun, menjadikan legenda bulutangkis Malaysia itu sebagai idolanya. Meskipun terlalu muda untuk menyaksikan Chong Wei di puncak karier, Chiam yang kini berusia 14 tahun memanfaatkan video pertandingan lama secara online untuk mempelajari kesabaran, ketepatan, dan kemampuan mantan pemain nomor satu dunia tersebut dalam mengendalikan reli sebelum memanfaatkan peluang yang ada.

Chiam Zi Hong kini mulai menorehkan kisahnya sendiri dalam dunia bulutangkis melalui turnamen yang menyandang nama pahlawannya. Pada hari Minggu, ia memastikan tempatnya di Grand Final Piala Lee Chong Wei setelah melewati pertarungan kualifikasi U-15 yang ketat melawan William Phoon dari Perak, dengan skor 15-11, 12-15, 17-15 di Stadion Juara, Bukit Kiara. Kemenangan ini membawanya ke babak final yang diikuti oleh 64 pemain, di mana 32 pemain kualifikasi akan bergabung dengan 32 pemain terpilih dari tingkat negara bagian dan nasional.

Ambisi dan Pengalaman

Bagi Chiam, turnamen ini lebih dari sekadar melaju ke babak final. "Ini adalah turnamen besar dan ada banyak pemain kuat di sini," ujarnya. "Saya ingin bermain melawan mereka dan mendapatkan lebih banyak pengalaman." Dengan prestasi yang telah diraihnya, Chiam menunjukkan bahwa ia adalah pemain yang patut diperhatikan. Ia berhasil meraih gelar tunggal putra U-12 di AFFIN 100PLUS Junior Elite Tour Finals 2024 dan gelar juara U-14 JET pada tahun 2025. Tahun ini, ia mencapai prestasi internasional terbesarnya dengan memenangkan gelar tunggal putra U-15 di Kejuaraan YONEX-SINGHA-BAT-BTY di Bangkok, yang diselenggarakan oleh klub bulu tangkis Banthongyord, tempat lahirnya juara dunia Thailand, Ratchanok Intanon dan Kunlavut Vitidsarn. Ia juga berhasil mencapai final Seri Internasional Junior Pathumthani 2024.

Harapan untuk Masa Depan

"Saya ingin mewakili Malaysia dan mudah-mudahan suatu hari nanti bisa bermain di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia," kata Chiam. "Setelah SPM, saya berharap bisa masuk BAM, fokus pada pelatihan, dan mulai bermain di lebih banyak turnamen internasional." Lee Chong Wei tetap menjadi salah satu pemain yang paling dipelajari oleh Chiam. "Saya menonton seluruh pertandingannya secara online," ujarnya. "Saya suka betapa tenangnya dia. Dia akan mengontrol reli dan net terlebih dahulu, lalu menunggu kesempatan untuk menyerang. Saya belum mencapai level itu, tetapi saya perlahan-lahan mencoba belajar dari cara dia bermain."

Berkompetisi dalam turnamen yang dinamai sesuai dengan nama pahlawan masa kecilnya, Chiam melihat kesempatan untuk menarik perhatian. "Jika saya bisa berprestasi di sini, mungkin lebih banyak orang akan mengenal saya dan mungkin para pelatih juga akan memperhatikan saya," tambahnya. Chiam bukan satu-satunya pemain muda berbakat yang mencuri perhatian, karena pemain U-15, Ellis Ngi, juga berhasil mencapai Grand Final setelah mengalahkan Ummi Athirah Mohd Khairul Anuar dengan skor 15-9, 15-11 di babak 64 besar putri.

Artikel Terkait