Pemain bulu tangkis top Taiwan, Chou Tien-chen, sukses mengalahkan Toma Junior Popov dari Prancis dengan skor 21-15, 7-21, 21-13 dalam final tunggal putra turnamen China Open Super 1000 yang diadakan hari ini. Kemenangan ini menjadi gelar pertamanya di musim ini dan menandai kembali keberhasilannya meraih trofi di ajang Super 1000 setelah terakhir kali di Indonesia Open 2019.
Chou Tien-chen, yang saat ini menduduki peringkat 6 dunia, menunjukkan performa impresif selama turnamen ini. Ia berhasil melaju ke final setelah mengalahkan rekan senegaranya, Lin Chun-yi, yang merupakan pemain kidal andalan Taiwan, di semifinal yang berlangsung kemarin. Pada usia 36 tahun dan 198 hari, Chou kembali mencapai final di turnamen level Super 1000, memperpanjang rekor sebagai pemain tertua yang berhasil mencapai tahap ini dalam kategori tunggal putra.
Perjalanan Menuju Final
Dalam pertandingan final, Chou Tien-chen berhadapan dengan Toma Junior Popov, yang berada di peringkat 16 dunia. Keduanya telah bertemu sebelumnya dalam tiga kesempatan, di mana Chou mencatatkan satu kemenangan dan dua kekalahan. Kekalahan terakhir Chou dari Popov terjadi di Hylo Open 2022, sehingga ia bertekad untuk membalikkan keadaan di pertandingan kali ini.
Di awal pertandingan, Chou Tien-chen sempat tertinggal akibat sejumlah kesalahan yang dilakukannya. Namun, ia mampu memanfaatkan peluang untuk menyerang dan mencetak poin, meskipun masih kesulitan untuk mengendalikan kesalahan yang dibuatnya. Setelah waktu istirahat teknis dengan skor 8-13, Chou kembali tenang dan melancarkan serangan yang mengantarkannya meraih 10 poin berturut-turut. Popov pun tidak mampu mengatasi kesalahan yang dilakukannya, sehingga Chou berhasil merebut game pertama dengan skor 21-15.
Drama di Game Kedua dan Penentu
Di game kedua, Chou Tien-chen menghadapi tantangan yang lebih berat dan tidak mampu bangkit setelah tertinggal 1-7 di awal, sehingga ia kalah dengan skor 7-21. Memasuki game penentu, Chou kembali menemukan ritme permainannya dan melancarkan serangan agresif, memimpin 4-0 dan mencapai poin ke-11. Setelah waktu istirahat teknis, meskipun Popov sempat mengejar, kesalahan yang dilakukan oleh lawan memberikan keuntungan bagi Chou. Ia berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.
Dengan hasil ini, Chou Tien-chen tidak hanya meraih gelar juara, tetapi juga membuktikan kemampuannya di level tertinggi bulu tangkis dunia.