Chou Tien Chen, atlet bulu tangkis berusia 36 tahun, harus menerima kenyataan pahit setelah dikalahkan oleh pemain Jepang, Kodai Naraoka, di semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis yang berlangsung pada hari Sabtu. Pertandingan berakhir dengan skor 21-17, 11-21, 10-21, yang membuatnya gagal melaju ke final tunggal putra dan meraih kesempatan untuk menduduki peringkat satu dunia pada minggu depan. Meski demikian, ia tetap berhasil meraih medali perunggu keduanya sejak tahun 2022.
Setelah Shi Yuqi dari Tiongkok tersingkir di babak pertama, gelar nomor satu dunia pun menjadi semakin kompetitif. Chou, yang sebelumnya menempati posisi keenam dunia, memiliki 86.580 poin setelah mencapai semifinal. Jika ia berhasil mencapai final, ia akan melampaui Jonatan Christie, yang saat ini menduduki peringkat pertama dunia dengan 87.631 poin. Namun, kekalahan ini membuatnya harus puas dengan peringkat keempat dunia.
Perjalanan Pertandingan yang Ketat
Chou Tien Chen sempat unggul 6-2 atas Kodai Naraoka, yang dikenal dengan kemampuan memutar dan pertahanan yang solid. Meskipun sempat tertinggal 2-5 di awal, Chou berhasil bangkit dengan melakukan serangan balik 5-0 untuk memimpin. Pertandingan berlangsung ketat, dengan kedua pemain saling bergantian memimpin. Di momen penting pada skor 16-16, Chou berhasil mencetak poin pertama dengan smash yang memaksa Naraoka mengembalikan bola keluar lapangan. Meskipun ada kesempatan untuk memperlebar jarak dalam reli panjang 53 pukulan, Chou tetap berhasil mencetak 3 poin berturut-turut dan memimpin 18-17.
Kekalahan di Game Kedua dan Ketiga
Namun, di game kedua, Chou mulai melakukan lebih banyak kesalahan. Seiring dengan semakin lebar selisih skor, ia memilih untuk menghemat energinya untuk game ketiga. Sayangnya, ia tidak mampu membalikkan keadaan dan terlihat sangat kelelahan, bahkan sempat berjongkok untuk beristirahat saat tertinggal 4-11. Selisih poin semakin melebar menjadi dua digit, dan Chou hanya bisa menyaksikan Naraoka melaju untuk meraih kemenangan, yang mengakhiri harapannya untuk melaju ke final dan merebut gelar juara dunia.