Dengan air mata kebahagiaan, Christo Popov merayakan keberhasilannya meraih gelar tunggal putra di French Open pada hari Minggu. Pemain berusia 24 tahun ini mengakhiri penantian selama 80 tahun untuk negaranya dan akan menduduki peringkat satu dunia saat peringkat terbaru diumumkan pada hari Selasa.
Dalam pertandingan final, Popov berhasil mengalahkan Moh Zaki Ubaidillah, pemain muda asal Indonesia berusia 19 tahun, dengan skor 21-11, 14-21, 21-13. Dengan kemenangan ini, Popov menjadi pemain Prancis pertama yang meraih gelar tersebut sejak Henri Pellizza pada tahun 1946.
Kenangan Tak Terlupakan
“Itu salah satu kenangan terbaik yang saya miliki dalam karier saya. Yang pertama selalu yang terbaik,” ungkap Popov dalam wawancara dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Ia menambahkan, “Semua planet sejajar hari ini (Minggu). Kurasa ini hariku dan ini hari Prancis karena aku tidak hanya bangga pada diriku sendiri, tetapi juga karena seorang Prancis telah memenangkan French Open. Sungguh luar biasa.”
Pengalaman dan Kesiapan
Popov merasa lebih siap menghadapi tekanan di final kali ini setelah belajar dari pengalaman pahitnya saat kalah dari Anders Antonsen dari Denmark di final tahun lalu. “Saya rasa saya juga pemain yang lebih berpengalaman sekarang,” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari dukungan tim dan para penonton. “Hasil-hasil itu tidak datang begitu saja. Saya tidak mungkin bisa melakukannya tanpa tim yang ada di sini dan juga para penonton,” tambahnya.
Dengan Alex Lanier, pemain berusia 21 tahun yang baru-baru ini menjadi juara dunia pertama dari Prancis, bulu tangkis Prancis kini memasuki era keemasan. Dulu dianggap sebagai tim yang selalu kalah dalam nomor tunggal putra, kini para pemain Prancis muncul sebagai penantang serius di kancah dunia.