Claressa Shields, yang merupakan juara dunia kelas berat dan tidak pernah kalah, menempuh perjalanan yang lebih panjang untuk mencapai statusnya sebagai salah satu bintang terbesar dalam dunia tinju wanita. Ia berhasil meraih medali emas Olimpiade pada tahun 2012 dan 2016, menjadikannya petinju pertama dari Amerika Serikat yang berhasil mendapatkan dua medali emas Olimpiade secara berturut-turut. Namun, pencapaian tersebut belum cukup untuk menjadikannya ikon olahraga di tanah airnya.
Perubahan signifikan terjadi ketika Shields mengungkapkan hubungannya dengan rapper Papoose kepada publik. Sejak saat itu, kehidupan pribadinya, aktivitas di media sosial, dan karier tinjunya menjadi sorotan banyak orang. Saat ini, ia memiliki lebih dari tiga juta pengikut di berbagai platform media sosial. Popularitas yang diraihnya juga tidak lepas dari kontroversi, di mana Shields sering menghadapi komentar negatif, termasuk kritik terhadap penampilannya, hubungannya dengan Papoose, serta perseteruan dengan beberapa tokoh publik. Meski begitu, Shields tidak menghindar dari kritik tersebut dan sering kali memberikan tanggapan melalui media sosial.
“Kalau saya melakukan sesuatu, saya disalahkan. Kalau tidak melakukan apa-apa, saya juga disalahkan,” ungkap Shields, menanggapi berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Bagi Shields, perhatian yang didapatnya justru berkontribusi pada peningkatan popularitas di arena tinju.
Pertarungan yang Menjadi Simbol
Pada tanggal 22 Februari, diperkirakan sekitar 18.000 penonton akan memadati Little Caesars Arena di Detroit untuk menyaksikan pertarungannya melawan rival lamanya, Franchón Crews-Dezurn. Pertarungan ini menjadi simbol perjalanan panjang Shields, yang sebelumnya pernah bertemu dengan Crews-Dezurn dalam debut profesionalnya pada tahun 2017 sebagai bagian dari undercard di Las Vegas. Kini, keduanya akan bertarung di laga utama di depan ribuan penonton.
Kesepakatan Finansial yang Menguntungkan
Shields juga mulai merasakan keuntungan finansial yang sebelumnya sulit dibayangkan. Setelah menjadi petinju bebas agen pada tahun 2025, ia berhasil mendapatkan kontrak multi-pertarungan senilai minimal US$8 juta, dengan bonus penandatanganan sebesar US$3 juta. Kesepakatan ini disebut-sebut sebagai kontrak terbesar dalam sejarah tinju wanita.
Meskipun demikian, Shields menegaskan bahwa ia tidak ingin popularitasnya hanya dihubungkan dengan kehidupan pribadinya. Ia menekankan bahwa semua perhatian yang didapatnya berawal dari prestasinya sebagai petinju, dengan dua medali emas Olimpiade dan 19 gelar dunia yang telah diraihnya sepanjang karier. “Saya adalah kontennya,” ujar Shields, menekankan pendekatannya terhadap popularitas dan media sosial.
Saat ini, Claressa Shields memandang ketenaran sebagai bagian dari pekerjaannya. Ia menyadari bahwa kontroversi dapat menarik perhatian dan menjual tiket, tetapi tetap berusaha untuk mempertahankan statusnya sebagai petinju tak terkalahkan. Setelah bertahun-tahun menunggu kesempatan untuk menjadi pusat perhatian, Shields akhirnya mendapatkannya. Tantangan berikutnya adalah tidak hanya mempertahankan rekor sempurna, tetapi juga membuktikan bahwa ia tetap menjadi daya tarik utama tanpa harus bergantung pada kontroversi.