Maastricht - Keputusan untuk mengganti Thibaut Courtois pada perempat final Piala Dunia 2026 menuai banyak kritik. Courtois, yang merupakan kiper utama Timnas Belgia, hanya bermain selama 71 menit sebelum timnya mengalami kekalahan 1-2 dari Spanyol. Cedera paha yang dialaminya membuat pelatih Rudi Garcia memutuskan untuk menarik Courtois dan menggantinya dengan Senne Lammens.
Di sisi lain, Courtois menyatakan bahwa ia merasa mampu untuk melanjutkan pertandingan. Sayangnya, Lammens melakukan blunder yang berujung pada gol tambahan Spanyol, yang memastikan Belgia tersingkir dari turnamen. Keputusan Garcia untuk mengganti Courtois dengan Lammens, yang belum memiliki pengalaman di level internasional, kemudian mendapatkan banyak kritik.
Kritik Terhadap Keputusan Pelatih
Setelah Belgia tersingkir dari Piala Dunia 2026, federasi sepakbola Belgia memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak Rudi Garcia. Thibaut Courtois, setelah pemulihan dari cederanya, menegaskan bahwa tidak ada permusuhan antara dirinya dan Garcia. "Aku sama sekali tidak merasakan sakit lagi. Di pertandingan itu, aku langsung merasa yakin bahwa cedera itu tidak serius," ungkapnya kepada HLN.
Courtois juga menambahkan, "Namun, sama sekali tidak ada permusuhan antara pelatih tim nasional dan aku. Rudi dan aku membicarakan tentang keputusan ini setelahnya. Dia memang hanya ingin memainkan pemain yang 100 persen fit. Aku bilang: 'Tidak masalah kok,'” jelas mantan kiper Chelsea dan Atletico Madrid ini.
Pelatih Baru untuk Timnas Belgia
Setelah peristiwa tersebut, Federasi Sepakbola Belgia (RBFA) menunjuk Mark van Bommel, mantan gelandang top, sebagai pelatih baru untuk tim nasional. Sebelumnya, Van Bommel pernah melatih klub-klub seperti PSV, Wolfsburg, dan Royal Antwerp sebelum menerima tawaran untuk menangani Timnas Belgia.