Oscar De La Hoya, mantan petinju profesional yang meraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992, mengungkapkan bahwa hanya ada satu petinju yang ia yakini dapat mengalahkannya saat ia berada dalam performa terbaiknya. Dalam waktu 18 bulan setelah memulai karier profesional, De La Hoya sudah menjadi penantang serius di berbagai kelas tinju. Dengan julukan “The Golden Boy”, ia berhasil merebut gelar juara dunia di enam divisi yang berbeda.
Selama perjalanan kariernya, De La Hoya mencatat sejumlah kemenangan penting melawan petinju-petinju terkenal seperti Julio Cesar Chavez Sr, Arturo Gatti, Ike Quartey, dan Pernell Whitaker. Kariernya berakhir pada tahun 2009 setelah kalah dari Manny Pacquiao, seorang legenda tinju Filipina, dengan catatan akhir 39 kemenangan dan 6 kekalahan.
Pengakuan De La Hoya tentang Sugar Ray Robinson
Dalam sebuah wawancara dengan Mail Sport Boxing, De La Hoya menunjukkan kepercayaan diri untuk mengatasi banyak petinju legendaris dalam pertarungan imajiner. Namun, saat diminta untuk memprediksi hasil pertarungan melawan Sugar Ray Robinson, yang sering dianggap sebagai petinju terhebat sepanjang masa, ia memilih untuk mengakui keunggulan Robinson. “Oh man, That’s a good one. I’m going to go with Sugar Ray Robinson,” ungkap De La Hoya.
Sejarah Kejayaan Sugar Ray Robinson
Sugar Ray Robinson diakui secara luas sebagai salah satu petinju terbesar dalam sejarah. Petinju yang lahir di Georgia ini menjalani 201 pertarungan sepanjang karier profesionalnya dan diabadikan dalam International Boxing Hall of Fame pada tahun 1990. Robinson pernah meraih gelar juara dunia di kelas welter dan middleweight, dengan kemenangan melawan petinju-petinju ternama seperti Gene Fullmer, Randolph Turpin, dan Jake LaMotta sebelum pensiun pada tahun 1965.