Logo
Olahraga Lain

Diego Pacheco Kembali Menang, Dekati Peluang Gelar Dunia

Petinju Diego Pacheco berhasil meraih kemenangan TKO atas Immanuwel Aleem, mengukuhkan posisinya sebagai penantang utama gelar dunia kelas menengah super.

D
Dharma Kusuma
21 July 2026 20 pembaca
Diego Pacheco (kiri) dan Immanuwel Aleem. (Foto: Fight TV)
Diego Pacheco (kiri) dan Immanuwel Aleem. (Foto: Fight TV)

Petinju kelas menengah super, Diego Pacheco, kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih kemenangan melalui technical knockout (TKO) atas Immanuwel Aleem. Pertarungan ini berlangsung di Dignity Health Sports Park, Carson, California, pada hari Sabtu (19/7) waktu setempat, dan berakhir di ronde ke-11.

Pacheco tampil dominan sepanjang pertandingan, memaksa wasit Ray Corona untuk menghentikan duel setelah Aleem terus menerima serangan bertubi-tubi. Kemenangan ini mengakhiri rentetan tiga pertarungan sebelumnya yang harus diselesaikan Pacheco melalui keputusan juri. Petinju berusia 25 tahun ini memang sengaja memilih lawan dengan tingkat persaingan yang lebih rendah setelah penampilannya dianggap kurang memuaskan saat mengalahkan Kevin Lele Sadjo pada bulan Desember lalu. Taktik ini terbukti berhasil mengembalikan kepercayaan diri Pacheco sebagai petinju yang mampu menyelesaikan pertarungan dengan cepat.

Performa Agresif Bersama Pelatih Baru

Pacheco menyatakan, "Semua orang tahu saya adalah petinju yang mengincar knockout. Sejak masih amatir saya selalu mampu menghentikan lawan. Tiga pertarungan terakhir yang berakhir dengan keputusan juri benar-benar mengganggu saya, jadi saya ingin memastikan kali ini bisa menyelesaikan pertarungan sebelum ronde terakhir." Bersama pelatih barunya, Buddy McGirt, Pacheco menunjukkan performa yang lebih agresif, menggunakan jab untuk mengontrol jarak dan melancarkan serangan ke tubuh lawan secara konsisten.

Statistik menunjukkan bahwa Pacheco berhasil mendaratkan 123 dari 314 jab, dengan akurasi sekitar 39 persen, serta 145 dari 288 pukulan bertenaga dengan akurasi mencapai 50 persen. Tekanan yang diberikan Pacheco mulai terlihat sejak pertengahan laga, di mana ia semakin leluasa melancarkan uppercut dari jarak dekat, membuat Aleem tertekan. Pacheco hampir mengakhiri pertandingan pada ronde ketujuh dan kesepuluh, namun Aleem yang dikenal tangguh masih mampu bertahan hingga bel ronde berbunyi.

Peluang Menuju Gelar Dunia

Puncak dari pertarungan terjadi pada ronde ke-11 ketika Pacheco melancarkan kombinasi pukulan keras yang menjatuhkan Aleem ke kanvas. Meskipun memberikan kesempatan kepada Aleem untuk melanjutkan pertarungan, wasit akhirnya menghentikan laga setelah melihat Aleem tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti. Kemenangan ini membuka kembali peluang bagi Pacheco untuk merebut gelar dunia kelas menengah super.

Promotornya, Eddie Hearn, mengungkapkan bahwa mereka menargetkan Diego Pacheco untuk bertanding merebut sabuk juara paling lambat awal tahun 2027. Hearn juga menyebutkan duel melawan Jaime Munguia, pemegang gelar WBA kelas menengah super, sebagai salah satu opsi terbaik. Pacheco dijadwalkan kembali bertanding sekitar bulan November mendatang dan diharapkan tetap tampil di Dignity Health Sports Park melawan lawan dengan nama besar. Jika kesempatan bertanding melawan Munguia terwujud, Hearn optimistis Pacheco mampu merebut gelar sebelum kemudian mengincar pertarungan menghadapi Saul "Canelo" Alvarez. Meskipun target ini tergolong ambisius, performa Pacheco menunjukkan bahwa ia terus berkembang di divisi yang saat ini terbuka bagi para penantang baru.

Pada laga pendamping utama, petinju asal Kuba dan peraih medali emas Olimpiade Tokyo, Andy Cruz, berhasil bangkit dari kekalahan pertamanya di level profesional dengan menghentikan Abraham Montoya pada ronde ketiga. Cruz menjatuhkan Montoya di akhir ronde kedua sebelum menuntaskan pertarungan dengan rentetan pukulan yang memaksa wasit menghentikan duel pada detik ke-54 ronde ketiga.

Artikel Terkait