Logo
Moto GP

Dovizioso Memiliki Potensi Juara, Namun Terhalang oleh Marquez

Davide Tardozzi, bos Ducati, menilai Andrea Dovizioso memiliki kemampuan untuk menjadi juara dunia MotoGP, tetapi harus menghadapi dominasi Marc Marquez yang membuatnya tiga kali menjadi runner-up.

C
Citra Erwana
08 July 2026 27 pembaca
Andrea Dovizioso dan Marc Marquez
Andrea Dovizioso dan Marc Marquez

Davide Tardozzi, manajer tim Ducati, memberikan pandangan mengenai perjalanan karier Andrea Dovizioso di ajang MotoGP. Ia berpendapat bahwa Dovizioso memiliki kualitas yang sangat baik untuk meraih gelar juara dunia, namun harus menghadapi tantangan besar karena bersaing di era dominasi Marc Marquez.

Selama tiga musim berturut-turut, yaitu 2017, 2018, dan 2019, Dovizioso menjadi pesaing utama Marquez dalam perburuan gelar juara dunia, tetapi selalu finis sebagai runner-up di belakang pembalap asal Spanyol tersebut yang membela tim Honda.

Penilaian Tardozzi tentang Dovizioso

Dalam sebuah wawancara, Tardozzi menyebut Dovizioso sebagai salah satu pembalap terbaik yang pernah dimiliki oleh Ducati. Ia mengungkapkan, "Nasib kurang baik Andrea adalah karena dia harus menghadapi Marc Marquez. Dia pembalap yang luar biasa, mampu mengalahkan Marc sebanyak 14 kali dan meraih tiga kali posisi runner up kejuaraan dunia."

Meski begitu, Tardozzi mengakui bahwa Marquez layak menjadi juara dunia pada periode tersebut, mengatakan, "Dia sudah melakukan pekerjaannya hingga akhir. Namun pada saat yang sama, kita juga harus mengakui bahwa Marc memang pantas memenangkan gelar-gelar itu."

Rivalitas yang Menarik di MotoGP

Persaingan antara Marquez dan Dovizioso menjadi salah satu rivalitas paling menarik dalam sejarah MotoGP modern. Dovizioso berhasil mengalahkan Marquez dalam beberapa duel langsung, termasuk kemenangan yang berkesan di Austria dan Qatar. Namun, konsistensi Marquez sepanjang musim membuatnya tetap sulit tergeser dari posisi teratas klasemen.

Tardozzi juga berbagi pandangannya setelah bekerja langsung dengan Marquez sejak ia bergabung dengan Ducati pada musim 2025. Ia mengungkapkan bahwa ada sisi lain dari juara dunia tujuh kali tersebut yang tidak banyak diketahui orang. "Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan Marc, bahkan ketika dia masih menjadi rival kami. Kami beberapa kali saling menyindir, tetapi selalu dengan rasa hormat," ujarnya.

Ia menambahkan, "Yang paling membuat saya terkesan adalah sisi manusianya. Semua orang sudah tahu bakatnya sebagai pembalap, tetapi setelah bekerja bersama, saya mengenal pribadinya. Marc adalah sosok yang rendah hati dan memiliki jiwa kepemimpinan alami."

Tardozzi menjelaskan bahwa kehadiran Marquez memberikan dampak besar di dalam garasi Ducati. "Ketika dia masuk ke garasi, semua orang memperhatikannya. Saat dia berbicara, semua orang mendengarkan. Dia mampu memimpin tim secara alami dan menurut saya itu juga merupakan sebuah bakat."

Musim MotoGP 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Marquez. Setelah mengalami cedera serius, ia berhasil bangkit dengan meraih kemenangan di Hungaria dan Ceko. Menjelang MotoGP Jerman di Sachsenring, Marquez berada di posisi kelima klasemen sementara dengan selisih 40 poin dari pemuncak klasemen, Jorge Martin.

Artikel Terkait