LaMelo Ball kini menjadi tambahan penting bagi Minnesota Timberwolves dalam menghadapi kompetisi ketat NBA musim 2026-2027. Sebelum pertandingan dimulai, bintang muda Anthony Edwards telah memberikan pujian tinggi untuk rekan barunya tersebut. Timberwolves mengambil langkah signifikan dengan mendatangkan LaMelo bersama Josh Green dari Charlotte Hornets pada awal Juli lalu, mengorbankan Naz Reid, Mouhamadou Gueye, dan beberapa hak pilih di masa depan.
Ekspektasi Tinggi untuk Duet
Kehadiran LaMelo di Minnesota menimbulkan harapan besar terhadap kolaborasinya dengan Edwards. Para penggemar bahkan memberi mereka julukan Ant-Man and the Wasp. Julukan Ant-Man sudah melekat pada Edwards berkat inisial namanya dan gaya permainan yang energik. Sementara itu, LaMelo dianggap sebagai The Wasp, karakter superhero Marvel yang berpasangan dengan Ant-Man berkat kecerdasannya di lapangan.
Namun, Edwards menolak label tersebut. Ia merasa LaMelo terlalu luar biasa untuk hanya dianggap sebagai Wasp. "Ini tidak akan pernah menjadi Ant-Man and the Wasp. Dia terlalu hebat untuk itu," ucap Edwards dalam sesi tanya jawab dengan media. Ia lebih suka menggambarkan kerjasama mereka seperti karakter dari film "The Incredibles". "Lebih seperti, siapa nama orang itu dari The Incredibles? Mr. Incredible, itu Melo. Dan saya adalah Frozone," jelas Edwards, yang telah dua kali terpilih masuk ke All-NBA.
Performa Impresif LaMelo
Edwards jelas melihat LaMelo sebagai bintang yang setara, bukan sekadar pemain pendamping. Hal ini sejalan dengan catatan mengesankan LaMelo, yang mencetak rata-rata 20,8 poin, 5,7 rebound, 7,3 assist, 1,2 steal, dan 0,2 blok per pertandingan sepanjang kariernya. Meskipun sempat mengalami cedera, performanya kembali bersinar dengan penampilan dalam 71 pertandingan musim lalu.
Kombinasi kreativitas LaMelo dan agresivitas Edwards diharapkan dapat menjadikan Timberwolves salah satu duet guard paling menakutkan di NBA. Edwards, yang menjadi wajah utama Timberwolves setelah terpilih pertama dalam NBA Draft 2020, menunjukkan performa terbaiknya musim lalu dengan rata-rata 28,8 poin, 5 rebound, 3,7 asis, dan 1,4 steal per pertandingan.