Errol Spence Jr akhirnya mengungkapkan alasan di balik keputusan untuk tidak melanjutkan pertandingan ulang melawan Terence Crawford, meskipun ia sebelumnya telah mengaktifkan klausul rematch setelah mengalami kekalahan yang signifikan pada Juli 2023. Pertarungan yang merupakan penyatuan gelar juara dunia kelas welter ini sangat dinantikan, dengan banyak pengamat yang menilai kedua petinju memiliki peluang yang seimbang. Namun, hasil di ring menunjukkan dominasi Crawford, yang berhasil menjatuhkan Spence tiga kali sebelum meraih kemenangan melalui technical knockout di ronde kesembilan.
Setelah kekalahan tersebut, Spence segera mengaktifkan klausul rematch yang terdapat dalam kontrak mereka, dan sesuai kesepakatan awal, pertarungan kedua seharusnya diadakan di kelas welter. Namun, rematch tersebut tidak pernah terlaksana. Waktu yang ditentukan dalam klausul itu pun habis, sementara Crawford memilih untuk melanjutkan karier ke divisi yang lebih tinggi. Petinju yang dikenal dengan julukan Bud itu kemudian sukses meraih gelar dunia kelas welter super setelah mengalahkan Israil Madrimov, sebelum naik ke kelas menengah super dan mencatat kemenangan bersejarah atas Saul "Canelo" Alvarez. Tak lama setelah itu, Crawford mengumumkan pensiun dengan rekor profesional yang sempurna.
Keputusan Spence untuk Tidak Melanjutkan Rematch
Dalam wawancara dengan Fight Hub TV, Spence mengungkapkan bahwa keputusan untuk tidak memaksakan rematch diambil karena ia merasa belum siap secara fisik. "Kapan pertarungan ulang itu seharusnya digelar? Dalam waktu setahun? Saya tidak akan siap saat itu. Jadi bagaimana mungkin saya mengambil rematch kalau kondisi saya belum siap?" ungkapnya. Penjelasan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang beredar mengenai pembatalan duel kedua antara keduanya.
Persiapan Spence untuk Pertarungan Selanjutnya
Saat ini, Spence bersiap untuk membuka babak baru dalam kariernya. Akhir pekan ini, mantan pemegang sabuk WBC, WBA, dan IBF kelas welter itu akan kembali bertanding melawan Tim Tszyu di Sydney, Australia. Pertarungan ini menjadi penampilan pertamanya setelah hampir tiga tahun tidak aktif di dunia tinju. Petinju berusia 36 tahun ini juga memulai fase baru dengan pelatih Ronnie Shields, dan mengaku telah menemukan kembali motivasi serta merasa lebih segar untuk melanjutkan karier di divisi yang lebih tinggi.
Namun, tantangan besar sudah menanti di depan. Tszyu bertekad untuk menggagalkan kebangkitan Errol Spence Jr dan menegaskan ambisinya untuk mengakhiri karier mantan juara dunia asal Amerika Serikat tersebut. Hasil dari pertarungan ini diperkirakan akan menjadi penentu apakah Spence masih memiliki kemampuan untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia di divisi barunya.