Pertarungan antara Tim Tszyu dan Errol Spence Jr yang akan berlangsung di Australia pada akhir pekan mendatang kini menghadapi perkembangan baru. Menjelang duel yang diprediksi sebagai salah satu pertarungan tinju paling signifikan di Australia tahun ini, pihak Spence meminta perubahan batas berat hanya 11 hari sebelum pertandingan dilaksanakan.
Sejak awal proses negosiasi, terdapat perbedaan pandangan antara kedua kubu mengenai kelas yang akan digunakan. Spence menginginkan pertarungan diadakan di kelas menengah dengan batas berat 160 pon, sementara Tszyu lebih memilih untuk bertanding di kelas welter super, yang merupakan divisi yang selama ini menjadi tempatnya berkarier.
Perubahan Permintaan Batas Berat
Perbedaan pandangan ini sempat memaksa kedua pihak untuk melakukan negosiasi selama beberapa jam sebelum akhirnya mencapai kesepakatan untuk menggunakan batas berat 158 pon. Namun, kesepakatan tersebut kini kembali berubah. Pelatih baru Tszyu, Jeff Fenech, mengungkapkan bahwa pihak Spence kembali meminta agar batas berat dinaikkan menjadi 160 pon. "Mereka ingin beratnya dinaikkan dua pon lagi menjadi 160. Tidak masalah bagi kami karena Tim memang memiliki postur tubuh yang besar," jelas Fenech kepada FOX Australia.
Fenech juga membandingkan kondisi fisik Tszyu dengan ayahnya, legenda tinju Kostya Tszyu, dengan mengatakan, "Saya masih ingat Kostya bisa menambah berat badan hingga sekitar 20 pon setelah timbang badan. Tim juga memiliki karakter fisik yang hampir sama."
Kendala Administrasi dan Harapan Tszyu
Menurut beberapa laporan dari media Australia, Tszyu telah menyetujui permintaan tersebut demi memastikan pertarungan tetap berlangsung sesuai jadwal. Selain masalah berat badan, pihak Spence juga dilaporkan menghadapi kendala administrasi yang dapat menghambat keberangkatannya ke Australia. Situasi serupa juga dialami oleh Jermall Charlo yang dijadwalkan tampil pada partai pendukung.
Beberapa pengamat berpendapat bahwa masalah administrasi ini bisa menjadi salah satu alasan di balik permintaan mendadak untuk menaikkan batas berat pertandingan. Bagi Errol Spence Jr, pertarungan melawan Tszyu akan menjadi laga pertamanya sejak kalah dari Terence Crawford dalam perebutan gelar juara dunia tak terbantahkan kelas welter pada tahun 2023. Kekalahan tersebut diikuti oleh masa vakum hampir tiga tahun dari dunia tinju profesional.
Sementara itu, Tszyu bertekad untuk memanfaatkan keuntungan bertanding di hadapan publik sendiri guna meraih kemenangan terbesar dalam kariernya. Meskipun sebelumnya mengalami hasil yang kurang memuaskan saat bertanding di Amerika Serikat, petinju asal Australia ini berharap dukungan dari publik tuan rumah dapat menjadi modal penting untuk mengalahkan mantan juara dunia dua kali tersebut.