Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat, mengungkapkan rencana evaluasi sistem kepelatihan guna meningkatkan mental bertanding atlet Indonesia. Langkah ini diambil setelah kegagalan tim dalam kompetisi Thomas Cup, di mana Taufik menekankan bahwa evaluasi akan mencakup seluruh aspek, tidak hanya atlet, tetapi juga sistem kepelatihan secara keseluruhan.
Pentingnya Evaluasi Menyeluruh
Taufik menegaskan, "Evaluasi tidak hanya ada pada atlet tapi juga pada sistem kepelatihan. Kami ingin lebih spesifik dari segi teknik dan mental bertanding." Ia berharap proses evaluasi ini dapat membantu para atlet menghadapi tekanan yang ada di tingkat dunia dan meningkatkan kapasitas mereka untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Mental Juara sebagai Modal Penting
Menurut Taufik, memiliki mental juara yang kuat merupakan kunci bagi atlet dalam menghadapi pertandingan besar. Ia berharap penampilan di Thomas Cup 2026 dapat menjadi pengalaman berharga bagi tim. "Para atlet harus berkembang lebih cepat dan konsisten dengan mental juara untuk pertandingan penting. PBSI ingin melakukan langkah-langkah perbaikan secara konkret," tambahnya.
Taufik juga memberikan apresiasi terhadap dedikasi para atlet, menekankan bahwa pengalaman ini harus dimanfaatkan untuk menjadi lebih kuat. Selanjutnya, para pemain Indonesia akan menghadapi serangkaian turnamen di Asia Tenggara dan Australia, termasuk Indonesia Open yang dijadwalkan pada awal bulan Juni.