Jakarta - Melakukan olahraga secara rutin tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga perhatian terhadap kondisi fisik, terutama saat mengalami cedera. Proses pemulihan menjadi sangat penting agar individu dapat kembali beraktivitas secara optimal. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, WM Center telah memperluas layanan fisioterapi dengan membuka cabang ke-12 yang terletak di kawasan Sunter, Jakarta Utara.
Kehadiran WM Center Sunter memperkenalkan konsep layanan yang mengintegrasikan treatment, recovery, dan training. Pendekatan ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka, sekaligus melakukan latihan. Area multifungsi yang tersedia juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, baik secara individu maupun kelompok.
Program WM Class untuk Lansia
Dengan konsep yang ditawarkan, proses pemulihan tidak hanya terfokus pada treatment. Pasien juga dapat menjalani latihan yang disesuaikan dengan kondisi mereka sebagai bagian dari upaya untuk kembali aktif. Salah satu program yang diluncurkan adalah WM Class, yang dirancang khusus untuk sesi latihan kelompok, terutama bagi peserta dari kelompok usia lanjut. Latihan dalam WM Class disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta, termasuk untuk kondisi seperti Hernia Nukleus Pulposus (HNP) dan osteoarthritis (OA).
"Layanan khusus yang tadi kita launching adalah WM Class, di mana perform rata-rata untuk lansia. Karena berkelompok, nanti akan secara berkelompok. Jadi, tiga pasien lansia, satu fisioterapi," jelas Windy Mayang.
Khusus untuk kelas OA, latihan dirancang dengan memperhatikan kemampuan gerak dan kebutuhan aktivitas kelompok usia lanjut, sehingga peserta tetap dapat berolahraga sesuai dengan kondisi fisik mereka.
Sesi Fisioterapi Individual
Selain program WM Class, WM Center Sunter juga menyediakan sesi fisioterapi individual dengan durasi treatment yang mencapai 90 menit. Durasi ini memberikan kesempatan bagi fisioterapis untuk melakukan asesmen dan penanganan yang lebih mendalam. Berdasarkan hasil pemeriksaan, penanganan dapat dilakukan pada lebih dari satu area tubuh dalam satu sesi, sehingga layanan fisioterapi tidak hanya berfokus pada satu keluhan. Treatment dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan.
Bagi mereka yang aktif berolahraga, proses ini dapat menjadi bagian penting dari perjalanan pemulihan setelah mengalami cedera atau gangguan, sebelum kembali ke aktivitas fisik. "Kebetulan sekarang banyak atlet lari karena ada pro elite, si maraton tersebut. Saya berharap Robi Syianturi yang datang ke sini. Karena dia sudah maraton 42 kilometer, sekitar pace-nya 3, itu butuh recovery," tambah Windy.