Mantan juara dunia lintas divisi, Floyd Mayweather, mengemukakan pendapatnya bahwa hanya ada satu petinju kelas berat yang mampu mengalahkan Muhammad Ali saat berada di puncak kariernya. Ali, yang dikenal dengan julukan “The Greatest”, diakui secara luas sebagai salah satu petinju terhebat sepanjang sejarah. Prestasinya yang gemilang dimulai sejak masa amatir, termasuk meraih medali emas di Olimpiade Musim Panas 1960 yang diadakan di Roma, Italia.
Di dunia profesional, Ali berhasil meraih gelar juara dunia kelas berat beberapa kali. Dalam perjalanan kariernya, ia sukses mengalahkan banyak petinju terkenal seperti Joe Frazier, George Foreman, dan Sonny Liston. Namun, Mayweather, yang merupakan juara dunia di lima divisi berbeda, memiliki pandangan yang berbeda mengenai kemungkinan duel antara keduanya.
Lennox Lewis, Petinju Pilihan Mayweather
Dalam sesi “Winner Stays On” bersama Daily Mail Sport, Mayweather dengan tegas menyebut mantan juara dunia kelas berat tak terbantahkan, Lennox Lewis, sebagai petinju yang diyakininya dapat mengalahkan Ali di kondisi terbaiknya. Lewis dikenal sebagai salah satu petinju kelas berat terbaik di era 1990-an.
Petinju yang dijuluki “The Lion” ini mengukuhkan warisannya dengan menjadi juara dunia tak terbantahkan setelah mengalahkan Evander Holyfield pada November 1999. Meskipun telah mencapai puncak kariernya, Lewis tetap bertarung selama empat tahun lagi, mencatatkan kemenangan melawan Mike Tyson dan Vitali Klitschko sebelum akhirnya pensiun setelah pertarungan terakhirnya pada tahun 2003.
Pandangan Berbeda tentang Duel Legendaris
Mayweather, dengan pengalaman dan prestasinya di dunia tinju, memberikan perspektif yang menarik mengenai duel imajiner antara dua legenda ini. Meskipun banyak yang mengagumi kehebatan Ali, pandangan Mayweather menambah warna dalam diskusi tentang siapa yang benar-benar bisa mengalahkan sang juara legendaris dalam masa kejayaannya.