Logo
Raket

Format Penilaian Baru Diterapkan di Kejuaraan Dunia Junior 2026

Tim junior nasional mulai beradaptasi dengan format penilaian baru untuk nomor beregu campuran di Kejuaraan Dunia Junior yang akan berlangsung di Kairo pada bulan Oktober mendatang.

D
Dharma Kusuma
20 June 2026 12 pembaca
Tim Junior Indonesia/[Foto:PBSI]
Tim Junior Indonesia/[Foto:PBSI]

Tim junior nasional kini tengah beradaptasi dengan format penilaian estafet 3x55 yang baru, yang akan diterapkan pada nomor beregu campuran di Kejuaraan Dunia Junior 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Kairo dari tanggal 5 hingga 17 Oktober. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan memperkenalkan sistem baru, di mana setiap pertandingan akan dilangsungkan dalam format terbaik dari tiga set, dengan setiap set dimainkan hingga total 55 poin.

Adaptasi Tim Nasional

Pang Cheh Chang, pelatih ganda putra junior nasional, menyatakan bahwa para pemain telah mulai menyesuaikan diri dengan sistem baru tersebut selama sesi latihan. Meskipun demikian, ia tidak memperkirakan bahwa perubahan ini akan menimbulkan masalah besar, mengingat tim tersebut telah memiliki pengalaman dengan format penilaian serupa di kejuaraan sebelumnya di India, di mana BWF menerapkan sistem penilaian estafet 3x45.

"Ini cukup menarik bagi saya. Ini akan menjadi kali pertama kami bermain dengan format ini, jadi kami perlu waktu untuk membiasakan diri," ungkap Cheh Chang. Ia juga menjelaskan bahwa format baru ini merupakan versi yang dipersingkat dari sistem 110 poin yang digunakan sebelumnya. "Temponya jauh lebih cepat, jadi para pemain perlu beradaptasi lebih cepat," tambahnya.

Pemahaman dan Penyesuaian Pemain

Cheh Chang menekankan pentingnya penyesuaian dalam gameplay yang harus dilakukan lebih awal dari biasanya. "Bahkan dalam format 110 poin, konsepnya tetap sama, hanya saja sekarang telah dipersingkat. Jadi, pada dasarnya hanya dibagi menjadi format yang lebih kecil dan saya rasa itu tidak akan menimbulkan masalah besar," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan keyakinannya bahwa perubahan ini tidak akan membingungkan para pemain. "Yang terpenting adalah menjelaskannya kepada para pemain. Mereka perlu memahami mengapa kami melakukan sedikit penyesuaian dalam latihan agar mereka dapat beradaptasi lebih cepat," ujarnya. Cheh Chang menambahkan bahwa ia tidak melihat ini sebagai masalah besar karena tim sudah pernah mengalami format 110 poin sebelumnya, dan semuanya tergantung pada seberapa cepat para pemain dapat menyesuaikan diri.

Tahun lalu, perjalanan tim campuran Malaysia terhenti di babak gugur setelah kalah dari Taiwan. Namun, para junior nasional masih berhasil meraih satu medali perak dan satu medali perunggu di nomor individu. Noraqilah Maisarah Ramdan menjadi sorotan di nomor ini, meraih medali perak di ganda putri bersama Low Zi Yu, serta menambah medali perunggu di ganda campuran bersama Loh Zi Heng.

Artikel Terkait