Logo
Moto GP

Francesco Bagnaia Kenang Momen Manis Bersama Ducati Meski Didepak

Francesco Bagnaia menutup delapan tahun kariernya bersama Ducati dengan penuh rasa syukur, meskipun menghadapi tantangan di dua musim terakhir. Ia memilih untuk mengenang pencapaian yang telah diraihn...

A
Arka Wisena
08 July 2026 27 pembaca
Francesco Bagnaia bersama para crew Ducati
Francesco Bagnaia bersama para crew Ducati

Francesco Bagnaia mengakhiri perjalanan kariernya yang berlangsung selama delapan tahun dengan Ducati dengan penuh rasa syukur. Meskipun dua musim terakhir diwarnai dengan kekalahan dari Jorge Martin dan Marc Marquez, pembalap asal Italia ini lebih memilih untuk mengenang kesuksesan yang telah dicapai bersama timnya.

Menjelang berakhirnya kerjasama dengan Ducati di akhir MotoGP 2026, Bagnaia menegaskan bahwa ia tidak ingin terjebak dalam kenangan pahit. Setelah delapan musim berseragam pabrikan Italia tersebut, juara dunia dua kali ini lebih memilih untuk mengingat berbagai pencapaian besar ketimbang hasil yang kurang memuaskan dalam dua tahun terakhir.

Kebangkitan Ducati di Era MotoGP Modern

Bagnaia merupakan sosok kunci dalam kebangkitan Ducati di era MotoGP modern. Setelah bergabung dengan tim pabrikan pada tahun 2021, ia langsung menjadi penantang serius untuk gelar juara dan berhasil mempersembahkan dua gelar juara dunia berturut-turut pada tahun 2022 dan 2023. Kesuksesan ini juga mengakhiri penantian panjang Ducati yang terakhir kali meraih gelar juara bersama Casey Stoner pada tahun 2007.

Namun, perjalanan Bagnaia mengalami perubahan dalam dua musim berikutnya. Pada tahun 2024, ia harus mengakui keunggulan Jorge Martin dalam perebutan gelar juara dunia. Situasi semakin rumit ketika Marc Marquez bergabung dengan Ducati dan perlahan-lahan mengambil alih peran sebagai pembalap utama tim. Pada musim 2025, Bagnaia kembali gagal bersaing untuk menjadi yang terbaik setelah kalah dari rekan setimnya.

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

Walaupun demikian, pembalap yang akrab disapa Pecco ini menegaskan bahwa ia tidak ingin menjadikan kegagalan sebagai kenangan utama selama membela Ducati. "Setelah delapan musim bersama Ducati, mustahil merangkum semuanya hanya dalam beberapa kata. Kami memiliki jauh lebih banyak momen indah daripada masa-masa sulit, meskipun dua musim terakhir tidak berjalan seperti yang diharapkan. Saya ingin mengingat semua hal positif," ungkap Bagnaia.

Ia juga menambahkan, "Saya sangat bahagia menjadi bagian dari keluarga ini. Ducati akan selalu memiliki tempat istimewa di hati saya. Mulai musim depan saya memang akan berada di sisi yang berbeda, tetapi sekarang saya hanya ingin menikmati sisa perjalanan ini dengan semangat yang sama."

Saat ini, Bagnaia memfokuskan perhatiannya pada MotoGP Jerman 2026 yang akan berlangsung di Sachsenring, sebuah sirkuit yang menyimpan kenangan manis baginya setelah meraih kemenangan pada tahun 2024. Ia optimis bahwa Ducati masih dapat tampil kompetitif di lintasan tersebut.

Meski begitu, Francesco Bagnaia tetap menyadari kekuatan para rivalnya. Ia menilai bahwa Aprilia saat ini merupakan tim yang paling siap dalam perebutan gelar juara dunia. Dengan banyaknya seri yang tersisa di MotoGP 2026, meskipun peluang untuk meraih juara semakin berat, Bagnaia berharap dapat menutup kiprahnya bersama Ducati dengan hasil terbaik sebelum memulai tantangan baru bersama Aprilia pada musim 2027.

Artikel Terkait