Francesco Bagnaia masih berjuang untuk kembali ke performa terbaiknya setelah menjalani operasi pada lengan kanannya saat jeda musim panas MotoGP 2026. Pembalap Ducati ini mengakui bahwa ia mengalami kesulitan dalam memberikan penampilan maksimal saat berlaga di MotoGP Aragon.
Menjelang MotoGP Aragon, Bagnaia mengungkapkan bahwa ia masih merasakan efek dari prosedur medis yang dilakukan untuk mengatasi arm pump, yaitu nyeri pada bagian lengan bawah yang umum dialami oleh para pembalap. Ia menambahkan bahwa ini adalah pertama kalinya ia mengalami masalah serupa dalam kariernya bersama Ducati.
Setelah kembali ke lintasan di MotoGP Inggris yang berlangsung di Silverstone, kondisi Bagnaia tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ia gagal meraih poin di akhir pekan tersebut, hanya mampu finis di urutan ke-17 dalam Sprint Race sebelum terjatuh pada lap ketujuh di balapan utama.
Harapan di Sirkuit Aragon
Menjelang balapan di Aragon, juara dunia dua kali ini berharap bahwa karakteristik sirkuit dapat membantunya. MotorLand Aragon yang memiliki banyak tikungan ke kiri diharapkan dapat mengurangi beban pada lengan kanannya. "Saya berharap hasil yang lebih baik setelah jeda terakhir ini, tetapi masih ada bagian dari diri saya yang belum bisa bekerja maksimal," ungkap Bagnaia kepada para jurnalis.
Bagnaia juga menambahkan, "Kekuatan di lengan saya sebenarnya cukup banyak, tetapi saya masih kesulitan untuk mendorong. Namun, itu bukan sesuatu yang tidak bisa diatasi dengan obat pereda nyeri. Selain itu, ini adalah sirkuit dengan banyak tikungan kiri, jadi seharusnya tidak menimbulkan terlalu banyak masalah."
Kendala Tanpa Kepala Kru
Bagnaia juga mencatat absennya kepala kru dan teknisi seniornya, Cristian Gabarrini, saat MotoGP Inggris, yang semakin memperburuk situasinya. "Saya sudah melupakannya. Bahkan, saya tidak terlalu memikirkannya karena itu memang akhir pekan yang sangat buruk, antara cedera tangan dan Cristian yang tidak berada di sana," ujarnya.
Ia melanjutkan, "Sudah ada beberapa kesulitan sebelumnya, dan tidak adanya kepala teknisi tentu tidak membantu. Kali ini dia sudah bersama kami, jadi kami bisa bekerja dengan lebih baik." Saat ini, Bagnaia harus segera menemukan solusi di Aragon, terutama dengan adanya Marc Marquez yang diprediksi akan menjadi salah satu pesaing terkuat di sirkuit favoritnya tersebut.