Francesco Bagnaia, pembalap dari tim Ducati Lenovo, menceritakan pengalaman sulit yang ia jalani selama musim panas. Ia harus menjalani operasi untuk mengatasi masalah arm pump, setelah performanya yang tidak konsisten di paruh pertama musim ini. Dalam upayanya untuk mempersiapkan diri menghadapi paruh kedua yang panjang, Bagnaia memanfaatkan waktu libur untuk berfokus pada pemulihan dan pelatihan fisik.
Proses Pemulihan yang Berat
Bagnaia menjelaskan, "Menurut saya, liburan musim panas kali ini tidaklah mudah; saya harus banyak melatih lengan saya. Meski dampaknya mungkin tidak terlalu besar, pemulihan pasca-operasinya cukup berat. Saya harus bekerja keras—saya hanya punya waktu istirahat empat hari, dan setiap sesi latihan di gym berlangsung intens. Namun, menurut saya kami telah bekerja dengan baik dan kami hampir siap untuk bersaing. Kita lihat saja nanti."
Kendala yang Dihadapi
Ia juga menambahkan, "Kalau Anda mengenal saya, saya bukanlah orang yang suka menyampaikan kabar buruk seperti ini di depan kamera. Sepanjang karier saya, saya tidak pernah mengalami masalah pada lengan saya—sama sekali tidak pernah. Namun tahun ini, karena kami menghadapi sejumlah kendala pada motor, saya terpaksa harus menyampaikannya. Masalah itu mulai muncul di Jerez, saat saya harus berhenti—penyebabnya bukan karena lengan saya, melainkan karena masalah lain."
Bagnaia berkomitmen untuk menyelesaikan kariernya bersama Ducati, meskipun ia sudah menandatangani kontrak dengan Aprilia untuk tahun depan. Ia berharap dapat memberikan kenangan manis sebagai perpisahan kepada tim Ducati.