Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menyatakan bahwa ia merasa sangat menderita dengan kondisi yang sedang dihadapinya saat ini. Dalam balapan MotoGP Aragon yang berlangsung baru-baru ini, Bagnaia mengalami sejumlah kesialan. Setelah hanya mampu menyelesaikan sprint race di posisi ke-11, performanya di balapan utama juga tidak membaik. Masalah grip pada motornya membuatnya kehilangan kendali dan akhirnya terjatuh.
Kesulitan yang Dihadapi
Membahas perjuangan yang dialaminya, Bagnaia menyampaikan bahwa saat ini merupakan salah satu titik terendah dalam karier kompetitifnya. "Sulit untuk menerimanya, karena menurut saya ini adalah salah satu titik terendah dalam karir balap saya. Saya datang ke setiap balapan dan berusaha memberikan yang terbaik, tapi hasilnya hanya cukup untuk membuat saya finis di posisi ke-12 atau ke-10," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dari data dan perasaannya di lintasan, terlihat jelas bahwa ia tidak dapat sepenuhnya mengendalikan motornya. "Saya merasa hanya sekadar menumpang, karena ketika saya mencoba menekan lebih keras, saya terjatuh, dan bahkan saat melaju pelan pun, saya tetap saja terjatuh," jelasnya.
Harapan di Tengah Kesulitan
Meskipun menghadapi banyak kesulitan, Bagnaia merasa sedikit lega karena semua data yang ada membantunya memahami situasi tersebut. "Untungnya semua data tersebut ada, dan saya juga masih memiliki kesadaran diri. Hal itu sedikit membuat saya lega karena semua kesulitan ini, semua hal yang tidak bisa saya lakukan di atas motor sekarang, bahkan ketika saya membandingkannya dengan data pembalap Ducati lainnya, sebenarnya bisa saya lakukan dengan sangat mudah beberapa tahun yang lalu," tutupnya.