Carl Froch melontarkan kritik pedas terhadap penampilan Tommy Fury setelah pertarungannya melawan mantan juara dunia angkat besi, Eddie Hall, di AO Arena, Manchester. Dalam duel tersebut, Fury berhasil meraih kemenangan melalui keputusan mutlak juri, meskipun pertarungan berlangsung dengan hati-hati sejak awal.
Fury lebih banyak bergerak mengelilingi ring, sedangkan Hall berusaha untuk menekan meski hanya sedikit pukulan bersih yang berhasil mengenai sasaran. Beberapa momen pertukaran pukulan terjadi, namun tidak ada knockdown yang tercipta, meskipun terdapat perbedaan bobot mencapai 49 kilogram antara keduanya.
Kritik Terhadap Format Pertandingan
Dalam program "Froch on Fighting", mantan juara dunia yang dikenal dengan julukan “The Cobra” ini menyebut penampilan Fury sebagai sesuatu yang memalukan. Froch mengkritik format pertarungan yang terdiri dari enam ronde dengan durasi masing-masing dua menit, yang dianggapnya jauh dari standar pertarungan profesional.
Ia menilai Fury terlalu banyak menghindar dan berlari, serta lebih sering melakukan penguncian saat lawan mendekat. Froch juga mencatat bahwa Fury hanya melepaskan sekitar lima atau enam pukulan per ronde, yang dianggapnya sangat minim.
Harapan dan Realitas Fury
Froch menambahkan bahwa meskipun Fury telah absen dari ring selama 12 bulan, ia tidak menganggapnya sebagai petinju profesional sepenuhnya. Pertarungan tersebut dinilai mengecewakan, terutama karena penonton telah membayar untuk menyaksikannya.
Sebelumnya, Fury pernah mengalahkan Jake Paul meskipun sempat terjatuh, dan juga terlibat dalam duel sengit melawan KSI yang dimenanginya melalui keputusan angka. Namun, pencapaian tersebut dinilai masih belum cukup untuk membawanya mendekati perebutan gelar dunia yang sah, meskipun kakaknya menyarankan agar ia mengejar sabuk WBC kelas penjelajah yang dimiliki oleh Noel Mikaelian.