Mantan juara dunia kelas berat Hasim Rahman memastikan akan kembali bertarung meskipun usianya kini telah mencapai 53 tahun. Petinju asal Amerika Serikat ini dijadwalkan untuk melaksanakan laga comeback pada tanggal 18 Agustus di ESL Ballpark, Rochester, New York, meskipun lawan yang akan dihadapinya masih belum diumumkan.
Rahman terakhir kali bertanding sebagai petinju profesional pada bulan Juni 2014. Setelah lebih dari 11 tahun tidak tampil di ring, ia mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya masih sangat baik dan merasa yakin dapat bersaing meskipun usianya tidak lagi muda. "Saya merasa seperti berusia 25 tahun dalam setiap aspek kehidupan. Di sasana, saya bisa mengimbangi siapa pun yang berlatih di sana," ungkap Rahman kepada Sean Zittel.
Kemenangan Bersejarah atas Lennox Lewis
Nama Rahman akan selalu diingat dalam sejarah tinju kelas berat berkat kemenangan dramatisnya atas Lennox Lewis pada bulan April 2001. Dalam pertarungan tersebut, ia secara mengejutkan menjatuhkan Lewis pada ronde kelima dan merebut gelar juara dunia WBC, IBF, dan IBO, yang hingga kini dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah divisi kelas berat.
Namun, kesuksesannya tidak bertahan lama. Dalam pertandingan ulang beberapa bulan setelahnya, Lewis berhasil membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan knockout pada ronde keempat, sehingga merebut kembali seluruh gelarnya. Rahman kemudian juga menghadapi sejumlah petinju ternama lainnya, termasuk Evander Holyfield pada tahun 2002. Pertarungan itu berakhir dengan technical decision setelah terjadi benturan kepala yang menyebabkan Rahman mengalami cedera serius di bagian mata, sehingga duel dihentikan pada ronde kedelapan, dan Holyfield dinyatakan sebagai pemenang melalui keputusan juri.
Rekor Karier dan Harapan Baru
Sepanjang karier profesionalnya, Rahman mencatatkan rekor 50 kemenangan, delapan kekalahan, dua hasil imbang, dan dua laga tanpa keputusan. Selain mengalahkan Lewis, ia juga pernah bertanding melawan sejumlah petinju elite seperti Wladimir Klitschko, James Toney, Alexander Povetkin, David Tua, dan John Ruiz.
Saat ini, Hasim Rahman berusaha membuka lembaran baru di usia 53 tahun. Meskipun peluangnya untuk bersaing di level tertinggi tergolong kecil mengingat faktor usia dan lamanya waktu tidak bertanding, keputusan untuk melakukan comeback ini tetap menarik perhatian para penggemar tinju. Publik pun menantikan apakah mantan juara dunia ini masih mampu menunjukkan kualitas yang pernah membawanya menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah kelas berat.