Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) telah menyiapkan dana sebesar 20 crore rupee, setara dengan 36 miliar rupiah, untuk melakukan renovasi Stadion Indoor Indira Gandhi menjelang pelaksanaan BWF Kejuaraan Dunia 2026 yang akan berlangsung di New Delhi bulan ini. Perbaikan ini dilakukan setelah penyelenggara menerima kritik tajam terkait kondisi venue saat India Open, di mana banyak keluhan mengenai kebersihan, toilet yang tidak terawat, serta keberadaan burung merpati dan monyet di area kompleks.
Pada bulan Januari lalu, burung merpati sempat mengganggu pertandingan putaran kedua antara HS Prannoy dan Loh Kean Yew, yang mengakibatkan pertandingan terhenti dua kali. Selain itu, pemain bulu tangkis Denmark, Mia Blitchfeldt, juga mengungkapkan bahwa area latihan dalam kondisi kotor dan tidak sehat. Anders Antonsen, yang mengundurkan diri dari turnamen, juga dikenakan denda. Terdapat pula keluhan mengenai polusi udara di Delhi.
Perbaikan Menjelang Kejuaraan Dunia
Dalam acara pengundian Kejuaraan Dunia BWF, sekretaris BAI, Sanjay Mishra, mengungkapkan bahwa mereka menghabiskan hampir 20 crore rupee untuk meningkatkan kualitas venue tersebut. Ia menyatakan, "Lebih dari 200 hari perencanaan telah dilakukan dalam persiapan, hampir 20 crore rupee diinvestasikan untuk mengubah Stadion Indoor Indira Gandhi menjadi tempat bulu tangkis kelas dunia." Lebih dari 1.200 profesional, termasuk insinyur, teknisi, spesialis acara, sukarelawan, dan staf pendukung, terlibat dalam proyek ini, termasuk ahli pencahayaan dari Indonesia untuk memastikan standar kejuaraan dunia terpenuhi.
Keyakinan akan Kesuksesan Turnamen
Dalam pernyataannya kepada PTI, Mishra menyatakan keyakinannya bahwa turnamen di New Delhi akan berjalan sukses. "Kami telah menangani setiap masalah yang muncul saat itu, dan saya senang mengatakan bahwa masalah-masalah tersebut telah terselesaikan sepenuhnya. Saya yakin ini akan menjadi salah satu Kejuaraan Dunia terbaik yang pernah ada," ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Olahraga dan SAI atas kerja keras mereka dalam persiapan ini. "Di bawah bimbingan presiden kami, Dr. Himanta Biswa Sarma, semua persiapan berjalan dengan baik," tambahnya.
Mishra juga mencatat bahwa masalah yang muncul selama India Open menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki venue Kejuaraan Dunia. "Stadion hampir siap untuk turnamen. India Open pada dasarnya adalah ajang uji coba untuk Kejuaraan Dunia. Jika kami tidak mengadakan ajang uji coba itu, kami tidak akan tahu kesulitan apa yang mungkin akan kami hadapi," jelasnya.
Renovasi yang dilakukan mencakup pembaruan jalan setapak, toilet, dan lantai. Sebuah tim ahli pencahayaan dari Malaysia juga telah dipanggil untuk memasang sistem pencahayaan lapangan. "Perubahan terbesar adalah renovasi total stadion. Dinding, toilet, dan lantai semuanya telah diperbarui. Kami bahkan mendatangkan ahli pencahayaan Malaysia untuk menangani pencahayaan," katanya. "Mereka akan memasang seluruh sistem pencahayaan, setelah itu BWF akan memeriksa dan menyetujuinya sebelum pencahayaan khusus lapangan dipasang. Saya yakin siapa pun yang pernah melihat atau bermain di India Open akan mendapati stadion ini benar-benar berubah kali ini," tutupnya.