Logo
Berita Olahraga

Indonesia Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027

Indonesia telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah untuk Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 setelah penandatanganan nota kesepahaman antara ISTAF dan PB PSTI.

D
Dhearatika Jaya
13 June 2026 1 pembaca
Indonesia Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027
Sepak takraw Putra Indonesia di Asian Games 2023. (Foto: Dok. KOI/NOC Indonesia)

Indonesia telah mendapatkan pengakuan resmi sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027. Penetapan ini diumumkan setelah Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) dan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) menandatangani nota kesepahaman di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Kejuaraan ini direncanakan akan berlangsung di Makassar dan diharapkan diikuti oleh sekitar 30 negara dari berbagai penjuru dunia.

Langkah Awal Menuju Persiapan

Penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal bagi Indonesia untuk mempersiapkan penyelenggaraan salah satu turnamen sepak takraw terbesar di dunia. Melalui kesepakatan ini, PB PSTI mendapatkan mandat resmi untuk mengatur semua aspek pelaksanaan kejuaraan yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei 2027.

Presiden ISTAF, Abdul Halim Kader, menyatakan bahwa Indonesia mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak untuk menjadi tuan rumah kejuaraan dunia tersebut. Ia menambahkan bahwa penunjukan ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, serta Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. "Kita telah mencapai kesepakatan dengan tuan rumah dan mendapat restu daripada Pak Okto dan juga Pak Marciano untuk Indonesia menjadi host Kejuaraan Sepak Takraw Dunia yang akan diadakan di Makassar," ungkap Abdul Halim Kader.

Persiapan yang Masih Awal

Abdul Halim memperkirakan bahwa sekitar 25 hingga 30 negara akan berpartisipasi dalam kejuaraan ini. Meski demikian, ia mengakui bahwa persiapan masih berada pada tahap awal. Saat ini, fokus utama panitia adalah memastikan kesiapan venue dan dukungan anggaran dari berbagai pihak. "Persiapannya baru sekitar lima persen. Kita masih perlu mendapatkan tempat dan budget yang memadai. Dukungan pemerintah pusat menjadi hal yang sangat penting," jelasnya.

Dalam waktu dekat, Abdul Halim berencana untuk melakukan kunjungan ke Makassar bersama jajaran ISTAF dan PB PSTI untuk meninjau langsung fasilitas yang akan digunakan selama kejuaraan berlangsung. Ia mencatat bahwa penyelenggaraan turnamen dunia ini memerlukan dukungan besar dari seluruh negara peserta. Menurut perhitungannya, total biaya yang diperlukan untuk memfasilitasi turnamen ini mencapai 750 ribu dolar AS, atau sekitar Rp13 miliar. "Ini bukan keuangan yang kecil bagi kami. Namun kami yakin Kejuaraan Sepak Takraw Dunia di Makassar nanti dapat berjalan dengan baik," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PSTI, Surianto, menyatakan bahwa MoU yang telah ditandatangani menjadi dasar bagi pembentukan panitia pelaksana dan dimulainya berbagai tahapan persiapan menuju kejuaraan dunia. Ia juga mengungkapkan bahwa PB PSTI telah berkomunikasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk KOI dan KONI, yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ajang tersebut. "Kami berharap dukungan penuh dari semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun masyarakat Indonesia agar pelaksanaan World Cup Championship ini bisa berjalan dengan lancar dan tertib," kata Surianto.

Menurut Surianto, PB PSTI juga berencana untuk menggunakan fasilitas GOR Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar sebagai salah satu lokasi utama penyelenggaraan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak kampus terkait penggunaan sarana olahraga tersebut. Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah adalah prestasi yang ditunjukkan oleh tim nasional sepak takraw Indonesia dalam kejuaraan dunia sebelumnya di Malaysia. "Indonesia berhasil memperoleh medali pada World Cup yang lalu sehingga diperhitungkan oleh ISTAF. Karena itu Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan World Cup Championship 2027," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekitar 30 negara diproyeksikan hadir di Makassar untuk mengikuti berbagai nomor pertandingan yang akan dipertandingkan. Sebagai tuan rumah, Indonesia akan menanggung akomodasi dan fasilitas para peserta selama berada di Tanah Air. Surianto juga menilai bahwa Makassar memiliki nilai historis yang kuat bagi perkembangan sepak takraw, karena olahraga ini berakar dari budaya masyarakat Melayu dan berkembang di wilayah Makassar melalui permainan tradisional sepak raga. "Awalnya sepak takraw ini berkembang secara tradisional di Makassar. Sekarang kita kembalikan ke Makassar dalam bentuk yang lebih modern melalui kejuaraan dunia," jelasnya.

Ia berharap penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027 tidak hanya menjadi ajang kompetisi internasional, tetapi juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap olahraga sepak takraw serta memperkenalkan warisan budaya yang telah ada sejak lama di Sulawesi Selatan. Dengan penandatanganan MoU ini, Indonesia kini resmi memulai persiapan menuju Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027, yang diharapkan menjadi salah satu ajang olahraga internasional terbesar yang pernah digelar di Makassar dalam dua dekade terakhir.

Artikel Terkait