Logo
Berita Olahraga

Indonesia Optimis Masuk 10 Besar di Asian Para Games 2026

Kontingen Indonesia percaya diri dapat meraih posisi 10 besar di Asian Para Games 2026, berkat hasil positif dari try out yang diikuti oleh para atlet.

D
Dharma Kusuma
15 September 2026 26 pembaca
Kontingen Indonesia optimistis mampu menembus 10 besar klasemen medali Asian Para Games 2026. Keyakinan itu muncul setelah sejumlah atlet menunjukkan progres positif dalam rangkaian try out menuju ajang tersebut. (dok. NPC Indonesia)
Kontingen Indonesia optimistis mampu menembus 10 besar klasemen medali Asian Para Games 2026. Keyakinan itu muncul setelah sejumlah atlet menunjukkan progres positif dalam rangkaian try out menuju ajang tersebut. (dok. NPC Indonesia)

Jakarta: Kontingen Indonesia menunjukkan keyakinan yang tinggi untuk menembus 10 besar klasemen medali pada Asian Para Games 2026. Keyakinan ini muncul setelah sejumlah atlet menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam serangkaian try out menjelang ajang yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober 2026.

Sejauh ini, sebanyak 101 atlet dari 12 cabang olahraga (cabor) telah memastikan keikutsertaan mereka di Asian Para Games 2026. Beberapa cabor juga telah mencatatkan hasil yang menggembirakan dalam kejuaraan internasional.

Boccia dan Para Balap Sepeda Unggul

Boccia menjadi salah satu cabang yang diharapkan dapat menyumbangkan medali. Lima atlet Indonesia akan berkompetisi di Nagoya dengan bekal prestasi sebagai juara umum dalam tiga kejuaraan dunia yang diikuti sepanjang tahun ini, termasuk World Boccia Championship 2026. Selain itu, tim para balap sepeda juga mencatatkan hasil positif, di mana Muhammad Fadli Imammuddin dan rekan-rekannya berhasil meraih tiga medali emas, empat perak, dan tiga perunggu dalam Malaysia Para Road Race 2026.

Di sisi lain, tim para bulu tangkis Indonesia berhasil mengumpulkan empat medali emas, satu perak, dan dua perunggu di China Para Badminton International 2026, serta hasil serupa di Japan Para Badminton International 2026 dengan empat medali emas dan satu perunggu. Tim para panahan juga menunjukkan kemajuan, di mana Kholidin dan timnya meraih dua medali perak dan dua perunggu pada Hyundai World Archery Para Series 2026 yang diadakan di India.

Target Medali dan Tantangan yang Dihadapi

Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menyatakan bahwa hasil try out ini menjadi modal penting dalam mengejar target 10 besar. Meskipun demikian, target medali emas saat ini ditetapkan berada di kisaran delapan hingga sembilan emas. "Saat ini target medali memang baru delapan sampai sembilan emas, tetapi untuk peringkat, kami targetkan 10 besar masih bisa tercapai," ujarnya.

Rima juga mengakui bahwa absennya cabang catur menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, mengingat pada Asian Para Games sebelumnya di China, cabor tersebut menyumbang 10 dari total 29 medali emas yang diraih. Oleh karena itu, Indonesia berharap dapat menemukan sumber medali baru dari cabang-cabang seperti boccia, para panahan, dan para atletik.

“Kita berharap ada kejutan dari cabor yang prestasinya terus meningkat selama masa try out, seperti boccia dan para panahan. Para atletik juga menunjukkan performa signifikan. Semoga cabor-cabor ini bisa memberikan kompensasi atas hilangnya cabor para catur,” jelasnya.

Perhitungan kekuatan kontingen akan dilakukan setelah semua cabang menyelesaikan masa try out. Para atlet kemudian akan memasuki fase pemeliharaan pada akhir September sebelum berangkat ke Nagoya pada pertengahan Oktober. "Dari hasil kualifikasi ada sekitar 100 atau 105 atlet yang sudah lolos. Kita tinggal menunggu dua sampai tiga cabang untuk pengumumannya. Insya Allah pertengahan bulan ini sudah jelas siapa yang akan berangkat ke Nagoya," tambah Rima.

Atlet para panahan Indonesia, Kholidin, mengungkapkan rasa percaya dirinya semakin meningkat menjelang Asian Para Games 2026. Pengalaman mengikuti Hyundai World Archery Para Series 2026 di India menjadi salah satu modalnya. "Pengalaman di India kemarin sangat luar biasa, karena kejuaraannya didesain seperti Paralimpiade. Lawan-lawannya sangat luar biasa. Saya sampai tiga kali sama terus nilainya. Alhamdulillah saya bisa dapat perak individu dan perunggu mixed team," ungkap Kholidin.

Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Kholidin untuk meningkatkan performanya sebelum tampil di Jepang. "Pengalaman itu menjadi modal buat saya untuk event selanjutnya di Jepang. Semoga saya bisa mendapatkan yang lebih baik, Insya Allah bisa mendapatkan medali emas," harapnya. Kholidin menyebutkan bahwa persiapannya saat ini telah mencapai sekitar 90 persen, dan sisa waktu menuju pertandingan akan dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan. "Alhamdulillah kesiapan kami sudah 90 persen. Tinggal 10 persen sisanya kami persiapan lagi agar lebih matang," tegasnya.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait