Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, memberikan penghargaan kepada para atlet Indonesia yang berjuang di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, setelah kontingen berhasil melampaui target yang ditetapkan. Indonesia berhasil mengumpulkan delapan medali emas, melampaui target awal yang ditentukan sebanyak tujuh medali emas.
Pencapaian ini dipastikan setelah cabang olahraga boccia berhasil menyumbangkan tiga medali emas sekaligus melalui atlet Gischa Zayana, Handayani, dan Felix Ardi Yudha dalam pertandingan final yang berlangsung di Nagoya General Gymnasium, Jepang, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dengan tambahan tiga medali emas tersebut, total perolehan medali emas Indonesia mencapai delapan, melampaui target yang ditetapkan sebelum keberangkatan.
Apresiasi untuk Para Atlet
Menpora Erick Thohir yang hadir langsung untuk memberikan dukungan, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa para atlet yang mampu membawa Indonesia melampaui target medali emas di hari keempat perlombaan. “Alhamdulillah, target tujuh emas berhasil terlampaui. Selamat untuk Gischa, Handayani, dan Felix yang berhasil mempersembahkan tiga emas sekaligus dari boccia, sehingga total kita sukses meraih delapan emas," ungkap Erick dalam keterangan resmi Kemenpora.
Ia juga menambahkan bahwa pertandingan final berlangsung sangat ketat dan para atlet menunjukkan bahwa kemampuan teknis, ketenangan, serta mental bertanding menjadi faktor penentu kemenangan.
Pentingnya Pembinaan Berkesinambungan
Erick menegaskan bahwa keberhasilan cabang boccia menunjukkan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan untuk menghasilkan atlet yang mampu bersaing di tingkat internasional. Sebelum berpartisipasi di Asian Para Games 2026, tim boccia Indonesia telah menunjukkan kualitasnya dengan menjadi juara umum di World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan, pada bulan September lalu, dengan mengoleksi tiga medali emas dan satu perak.
“Ini yang terus kita dorong dalam transformasi olahraga nasional. Kita ingin prestasi lahir dari sistem pembinaan yang konsisten, bukan hanya bergantung pada momentum," jelas Erick. Ia menekankan bahwa ketika atlet yang sudah berprestasi di tingkat dunia kembali meraih emas di Asian Para Games, itu menunjukkan adanya kesinambungan dalam pembinaan yang perlu dijaga dan diperkuat.
“Inilah yang disebut olahraga sebagai investasi untuk prestasi dan kebanggaan bangsa,” tambahnya.
Perjuangan Belum Selesai
Walaupun kontingen Indonesia telah mencapai hasil positif di Asian Para Games 2026, Erick menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Masih ada sejumlah pertandingan yang berpotensi menambah koleksi medali bagi Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa pencapaian target bukanlah alasan untuk cepat berpuas diri, melainkan harus menjadi motivasi tambahan bagi para atlet yang masih berjuang.
“Sejak awal saya menyampaikan keyakinan bahwa kita memiliki peluang untuk melampaui tujuh emas. Alhamdulillah, sekarang sudah terbukti. Namun, kita tidak boleh berhenti di sini. Masih ada atlet-atlet kita yang berjuang dan memiliki peluang untuk menambah emas," jelas Erick. Ia menekankan pentingnya dukungan dan doa untuk para atlet agar dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia, serta menegaskan bahwa setiap kesempatan harus diperjuangkan hingga akhir.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat sembilan klasemen sementara perolehan medali dengan total delapan emas, delapan perak, dan dua puluh dua perunggu.