Tim panjat tebing Indonesia berhasil mencatatkan prestasi yang membanggakan di World Climbing Series Guiyang 2026. Dalam ajang yang berlangsung di Guiyang, Tiongkok pada hari Sabtu (12/9), Merah Putih sukses meraih dua medali emas.
Prestasi Gemilang dari Atlet Indonesia
Medali emas pertama diraih oleh Antasyafi Robby Al Hilmi dalam nomor Men's Speed. Robby menunjukkan performa terbaiknya dan berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di podium. Emas kedua diperoleh dari nomor Speed Mixed Relay, di mana pasangan Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah berhasil menjadi juara.
Keduanya menyatakan rasa syukur atas pencapaian ini dan menekankan bahwa konsistensi dalam latihan merupakan kunci untuk mencapai hasil yang optimal. "Saya sangat senang bisa berdiri di podium tertinggi. Di Krakow, saya juga berpasangan dengan Nursamsa, tetapi kami tidak berhasil naik podium. Saya hanya berusaha membuat diri saya lebih baik, dan sekarang saya berada di podium tertinggi," ungkap Rajiah Sallsabillah, yang meraih medali emas pertamanya pada musim 2026.
Keberhasilan Berkat Latihan yang Konsisten
Raharjati, yang bertindak sebagai pemanjat pertama, berhasil memberikan keunggulan awal sebelum diselesaikan dengan baik oleh Rajiah. Pasangan atlet Indonesia ini mencatatkan waktu 11,35 detik, jauh meninggalkan tim Tiongkok yang harus puas di posisi kedua dengan waktu 14,85 detik.
Kepala Pelatih Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menilai pencapaian ini sudah sesuai dengan target yang ditetapkan oleh federasi. Ia juga memuji ketangguhan mental para atlet yang tetap konsisten dalam menjalani program latihan. "Keberhasilan ini berkat konsistensi para atlet dalam berlatih," kata Galar.