Logo
Berita Olahraga

Indonesia Sukses Raih 5 Emas di Asian Games 2026, Menpora Erick: Ini Langkah Awal Menuju Olimpiade

Kontingen Indonesia berhasil menutup Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan meraih lima medali emas, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Menpora Erick Thohir mengapresiasi pencapaian ini sebaga...

E
Elvira Adhitama
04 October 2026 22 pembaca
Kontingen Indonesia mengakhiri perjuangan di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan lima medali emas.(foto:Gilang/kemenpora.go.id)
Kontingen Indonesia mengakhiri perjuangan di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan torehan lima medali emas.(foto:Gilang/kemenpora.go.id)

Jakarta: Kontingen Indonesia menyelesaikan kompetisi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan mengumpulkan lima medali emas, melebihi target empat emas yang telah ditentukan sebelum keberangkatan ke Jepang. Secara keseluruhan, Indonesia meraih 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Yang menarik, cabang olahraga yang menyumbangkan medali emas kali ini merupakan bagian dari 21 cabang unggulan.

Dua medali emas diraih oleh tim bulu tangkis, yaitu dari kategori beregu putra dan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Sementara itu, tiga emas lainnya diperoleh dari Rahmat Erwin Abdullah di angkat besi, Desak Made Rita Kusuma Dewi di panjat tebing, dan Nurisa Dian Ashrifah di panahan. Khususnya, medali emas yang diraih oleh Nurisa menjadi catatan bersejarah, karena ini adalah medali emas pertama Indonesia di cabang panahan selama mengikuti Asian Games.

Apresiasi Menpora untuk Atlet dan Tim Pendukung

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan penghargaan tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, federasi cabang olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia yang telah berkolaborasi dalam mempersiapkan dan mendampingi perjuangan Merah Putih hingga akhir pertandingan. “Saya ingin memberikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh atlet yang sudah berjuang membawa nama Indonesia dan berhasil membawa pulang medali,” ungkap Menpora Erick.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih, ofisial, dan seluruh federasi yang telah menyiapkan tim dan memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik. Menurutnya, pencapaian lima medali emas ini merupakan hasil kerja sama dari seluruh ekosistem olahraga yang saling mendukung.

Strategi Pembinaan Menuju Olimpiade

Menpora menilai keberhasilan ini menunjukkan bahwa penetapan sasaran prestasi harus didasarkan pada pemetaan yang cermat terhadap cabang olahraga dan potensi atlet. “Kita datang dengan target empat emas, dan Alhamdulillah kita pulang dengan lima emas. Ini menunjukkan bahwa target yang kita tetapkan harus lahir dari pemetaan yang benar,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat agar persiapan kontingen di masa mendatang semakin fokus, serta sumber daya yang diberikan pemerintah dapat diarahkan pada cabang olahraga dan atlet yang memiliki potensi prestasi yang lebih besar. “Kita tidak bisa lagi mengirim sebanyak-banyaknya tanpa melihat peta kekuatan. Kita harus semakin teliti menentukan siapa yang berangkat, di nomor apa kita bertanding, dan di mana peluang medalinya,” tegasnya.

Menpora juga menilai pencapaian lima medali emas di Aichi-Nagoya memberikan arah yang positif bagi pembinaan olahraga di Indonesia, terutama karena semua medali emas tersebut berasal dari cabang olahraga yang juga dipertandingkan di Olimpiade, seperti panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi. Ia menekankan bahwa keberhasilan di Asian Games harus menjadi pijakan untuk mencapai prestasi di level dunia, termasuk Olimpiade.

“Lima emas kita datang dari cabang-cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade. Ini penting. Artinya, kita punya fondasi yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Panahan, bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi harus kita bina secara konsisten, bukan hanya untuk SEA Games dan Asian Games, tetapi kita siapkan untuk bisa bersaing dan meraih medali di Olimpiade 2028,” tambah Menpora Erick.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi cabang-cabang yang berhasil mencapai final dan meraih medali perak, seperti voli pantai, yang menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. “Kita juga harus melihat cabang yang belum emas tetapi sudah mampu masuk final. Voli pantai salah satunya. Mereka sudah membuktikan bisa bersaing sampai pertandingan terakhir dan membawa pulang perak. Ini potensi yang harus kita lihat, kita pelajari, dan kita bina,” ujarnya.

Hasil dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan menjadi bahan evaluasi bagi Kemenpora dan seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk memperkuat strategi pembinaan atlet menuju berbagai ajang multievent internasional berikutnya, termasuk SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait