Logo
Sepakbola

Inisiatif UniLeague 2026 untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental dalam Sepak Bola

Liga Universitas 2026 meluncurkan booth Mind Corner untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental di kalangan suporter dan pemain sepak bola. Kegiatan ini berlangsung di Stadion UMJ, Tangerang, s...

E
Elvira Adhitama
13 June 2026 1 pembaca
Inisiatif UniLeague 2026 untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental dalam Sepak Bola
Ratu Tisha hadir di pertandingan Liga Universitas. (Foto: dok. GGN Foundation)

Tangerang - Liga Universitas (UniLeague) 2026 memperkenalkan inovasi baru di tengah pertandingan dengan mendirikan booth Mind Corner yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan mental di kalangan suporter dan peserta. Booth ini ditempatkan di Stadion UMJ, Tangerang, dan diluncurkan saat laga antara Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang berlangsung beberapa hari lalu.

Di dalam booth tersebut, para suporter diajak untuk jujur mengenai perasaan mereka pada hari itu melalui aktivitas Mood Check Board. Mereka dapat mengungkapkan apakah datang dengan semangat tinggi, merasa bahagia, dalam keadaan netral, atau bahkan merasa cemas; semua perasaan tersebut diakui dan dianggap penting.

Komitmen untuk Kesehatan Mental

Selain itu, terdapat juga aktivitas Peace Pledge Wall, di mana para pengunjung dapat menuliskan komitmen sederhana untuk lebih peduli, mendukung, dan menciptakan lingkungan yang damai, baik di dalam maupun di luar lapangan. "Di balik setiap pertandingan, ada manusia dengan perasaan yang perlu didengar," ungkap pihak penyelenggara, menekankan pentingnya kampanye kesehatan mental yang diusung dengan slogan #Football4MentalHealth dan tagar Play For Peace.

Booth ini tidak hanya menarik perhatian peserta dan suporter, tetapi juga para tamu yang hadir, termasuk Gita Sabharwal, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Heru Hartanto, Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Kamapradipta Isnomo, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pembangunan Manusia Kemenlu RI, serta Ratu Tisha Destria, seorang praktisi sepak bola.

Pentingnya Olahraga untuk Kesehatan Mental

Heru Hartanto menyatakan, "Sepakbola merupakan bahasa universal, di mana pertandingan menunjukkan sportivitas dan penghormatan kepada pemain lainnya. Di tribun, kita juga melihat adanya koneksi antara suporter dan semua pihak yang terlibat, dan di sini kita mengembangkan satu misi bersama bahwa perdamaian membawa pesan universal untuk semua kalangan. Saya juga melihat secara nyata kesempatan mereka untuk mengembangkan kesehatan mental sebagai bagian dari permainan."

Ratu Tisha menambahkan bahwa platform UniLeague juga berfungsi sebagai ajang penelitian ilmiah. Beberapa mahasiswa memanfaatkan UniLeague sebagai bahan riset untuk disertasi mereka, baik di tingkat Master maupun PhD, yang kemudian akan dipresentasikan dalam jurnal saat National Conference of Football Science pada September 2026. "UniLeague ini tidak hanya ada di lapangan, tetapi kita juga akan membawanya ke tingkat penelitian dan teknologi. Untuk para pelatih, karena ini adalah liga, manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menerapkan apa yang kita impikan dalam teknikal sepak bola, yaitu bermain, istirahat, evaluasi, latihan, dan bermain lagi. Proses ini harus berulang hingga liga selesai, karena konsistensi dan repetisi adalah kunci dari kedisiplinan dalam olahraga yang dimulai dari lingkungan universitas ini," jelas Tisha.

UniLeague juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, memberikan sambutan positif terhadap UniLeague sebagai ruang bagi pemuda untuk berkembang. "Saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang menyelenggarakan kompetisi sepak bola mahasiswa nasional, UniLeague 2026. Kompetisi ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia. Melalui semangat Play For Peace dan #Football4MentalHealth, kita diingatkan bahwa olahraga dapat menjadi medium untuk membangun empati, memperkuat karakter, serta saling mendukung di tengah dinamika kehidupan," kata Erick Thohir.

Artikel Terkait