Logo
Berita Olahraga

Inovasi Terkini dari Adidas: Hyperboost Edge untuk Pengalaman Lari yang Lebih Nyaman

Adidas meluncurkan sepatu lari terbaru, Hyperboost Edge, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, ringan, dan responsivitas. Terdapat tiga teknologi utama dalam sepatu ini yang meningkatkan pengala...

A
Anggun Ratnasari
18 August 2026 50 pembaca
Foto: dok. adidas
Foto: dok. adidas

Adidas baru saja memperkenalkan Hyperboost Edge, sepatu lari inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, ringan, dan responsif saat berlari. Sepatu ini mengintegrasikan tiga teknologi utama, yaitu midsole Hyperboost Pro, upper PRIMEWEAVE, dan outsole LIGHTTRAXION, yang memberikan kombinasi bantalan empuk, dorongan energi, serta bobot yang ringan.

Patrick Nava, GM Adidas Running, menjelaskan bahwa Hyperboost Edge merupakan bentuk nyata dari inovasi Adidas yang berusaha memenuhi kebutuhan pelari dengan menggabungkan tiga elemen penting: bantalan, energi, dan bobot ringan. Ia menekankan bahwa Adidas ingin menawarkan sesuatu yang benar-benar transformatif bagi pelari. "Hyperboost Edge adalah wujud nyata dari Power of Three—bantalan, energi, dan bobot yang ringan berpadu secara sempurna dalam satu sepatu," ujarnya.

Teknologi yang Mendukung Performa Pelari

Sepatu ini dirancang untuk mendukung pelari dalam berbagai jarak tempuh, dan Patrick Nava menambahkan bahwa ini baru awal dari potensi yang dapat ditawarkan Hyperboost Pro bagi produk performa mereka. Salah satu teknologi kunci dalam Hyperboost Edge adalah Hyperboost Pro foam, material busa terbaru yang berperan penting dalam sistem bantalan sepatu.

Teknologi ini mengadaptasi midsole balapan kelas elite dari Adidas, tetapi telah disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan lari yang beragam, mulai dari latihan rutin hingga sesi lari dengan jarak tinggi. Sol sepatu memiliki tinggi 45 mm di area tumit dengan perbedaan 6 mm antara bagian belakang dan depan, yang memberikan pijakan empuk sekaligus dorongan energi saat pelari melangkah.

Pengembangan teknologi Hyperboost Pro dilakukan melalui pengujian di laboratorium Adidas dan riset bersama German Sport University Cologne. Dalam studi yang melibatkan 60 pelari, Hyperboost Edge menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan sepatu biasa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 73% pelari lebih menyukai kemampuan Hyperboost Edge dalam mengembalikan energi saat berlari, sementara 77% peserta merasakan bantalan yang lebih lembut. Lebih dari separuh peserta memilih Hyperboost Edge karena tingkat kenyamanan yang ditawarkan.

Desain dan Kenyamanan yang Ditingkatkan

Selain teknologi bantalan, Adidas juga memperkuat Hyperboost Edge melalui bagian atas sepatu (upper) dan sol luar (outsole). Upper PRIMEWEAVE terbuat dari material lembut dan ringan, memberikan kenyamanan dan dukungan yang tepat saat bergerak. Pada bagian tumit, terdapat heel pods terintegrasi yang memberikan bantalan tambahan dan menjaga stabilitas kaki, sehingga memberikan kenyamanan sejak pertama kali sepatu dikenakan hingga saat berlari.

Outsole LIGHTTRAXION menawarkan daya cengkeram yang terinspirasi dari teknologi sepatu balap Adidas. Material ringan ini membentang dari tumit hingga ujung kaki, menjaga pijakan tetap stabil di berbagai permukaan. Dengan struktur yang lebih tipis dan ringan, outsole ini membawa karakter performa lini Adidas Adizero ke dalam sepatu lari sehari-hari, memberikan rasa percaya diri saat melangkah tanpa kehilangan traksi.

Dari segi desain, Hyperboost Edge menampilkan tampilan baru dalam lini sepatu lari Adidas. Desain midsole yang tebal dan mengembang terinspirasi dari bentuk industrial, dengan fokus pada teknologi Hyperboost Pro di bawah kaki. Untuk pertama kalinya, ikon Three Stripes diletakkan secara bertumpuk pada bagian midsole, menegaskan teknologi utama yang mendukung performa sepatu ini.

Bagian upper hadir dengan desain minimalis dan futuristis, lengkap dengan detail bersih, lubang tali tersembunyi, serta elemen ringan yang direkatkan untuk memberikan tampilan modern. Hyperboost Edge menjadi sepatu lari berbobot ringan pertama yang hadir tanpa menggunakan pelat (non-plated), berbeda dengan sepatu berpelat yang umumnya memiliki struktur lebih kaku untuk memberikan dorongan tambahan. Sepatu ini mengandalkan teknologi busa terbaru yang mengikuti gerakan alami kaki saat berlari.

Dengan bobot hanya 255 gram, Hyperboost Edge dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal tanpa mengurangi responsivitas saat digunakan. Sepatu ini dijual dengan harga US$200 atau sekitar Rp3,6 juta dan tersedia dalam warna merah sebagai rilisan perdana. Pelari yang ingin mencoba inovasi terbaru dari Adidas dapat membelinya melalui outlet resmi Adidas atau di situs web adidas.com. Ke depan, Adidas juga berencana menghadirkan pilihan warna baru dan rangkaian peluncuran lainnya untuk melengkapi lini sepatu lari ini.

Artikel Terkait