Jang Sher Ling, seorang atlet junior nasional berusia 17 tahun, telah berhasil kembali ke arena kompetisi setelah menghadapi dua patah tulang dan hampir dua tahun terhalang oleh cedera. Pada hari Sabtu, ia tampil gemilang di semifinal Lee Chong Wei Cup Putri U-17 yang berlangsung di Stadion Juara, mengalahkan rekan setimnya, Chua Jing Xuan, dengan skor 15-7, 15-11. Ini menandai kembalinya Jang ke pertandingan final setelah lebih dari dua tahun.
"Saya senang menang, tetapi saya juga sedikit kecewa karena saya rasa saya tidak bermain dengan performa terbaik," ungkap Sher Ling setelah pertandingan. Ia menambahkan, "Saya terlalu terburu-buru dan membuat banyak kesalahan di game kedua. Anginnya cukup kencang, tetapi setelah poin kedelapan, saya berhasil menyesuaikan diri dan mengontrol pukulan saya dengan lebih baik."
Perjalanan Kembali ke Kompetisi
Jang Sher Ling bergabung dengan tim junior nasional pada usia 13 tahun, namun cedera lutut yang dialaminya memaksanya untuk absen selama sekitar satu tahun. Setelah kembali berlatih dan berkompetisi, ia menghadapi masalah baru dengan cedera pergelangan kaki yang mengakibatkan ditemukannya retakan kecil lainnya, sehingga ia harus menjalani masa istirahat panjang kedua.
"Saya melihat semua teman saya berkembang, bermain di banyak turnamen dan memenangkan medali. Selama dua tahun itu, saya hanya bisa melakukan latihan keterampilan ringan, dan terkadang saya tidak bisa bergerak dengan leluasa," jelasnya. "Saya juga kehilangan banyak kepercayaan diri. Ini adalah pertama kalinya dalam dua atau tiga tahun saya mencapai final lagi."
Menuju Final dan Harapan Masa Depan
Di final yang akan berlangsung pada hari Minggu, Jang Sher Ling akan berhadapan dengan Teoh Sue Mei, yang berhasil mengalahkan Mirza Batrisyia Aghnia Nazri dengan skor 15-10, 15-12. Penampilan yang baik di final ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri Jang menjelang kompetisi Nasional U-18 yang akan berlangsung dalam dua minggu ke depan, di mana ia berharap dapat memperkuat peluangnya untuk terpilih ke Kejuaraan Dunia Junior.
Final U-17 putra juga akan menjadi sorotan, di mana Leong Di Shan dan Jared Foo berhasil bangkit dari kekalahan di pertandingan pembuka mereka. Di Shan mengalahkan Lucas Lee Khye Luen dengan skor 5-15, 15-10, 15-8, sementara Jared mengakhiri laju NR Kieshen Sai Rao dengan skor 12-15, 15-9, 15-12. Pertandingan hari Minggu akan memberikan kesempatan bagi Jared untuk membalas kekalahannya dari Di Shan dalam satu-satunya pertemuan turnamen mereka sebelumnya di Kelantan tahun lalu.
"Saya menginginkan gelar juara. Saya belum puas," kata Jared. "Untuk menang besok, saya rasa saya harus memberikan 11 dari 10 kemampuan saya."
Di kategori Boys' Under-15, Putera Raees Rafael Sulaiman mencatatkan kemenangan pertamanya atas Derrick Leung Jin Wen setelah empat percobaan, dengan skor 16-14, 15-8. Putera, yang baru-baru ini berlatih di bawah bimbingan mantan pemain internasional Malaysia Arif Latif, akan menghadapi Wong Wei Shen di final, setelah Wei Shen mengalahkan Muhammad Noor Hanafi dengan skor 15-9, 15-11. "Saya sangat ingin mengikuti BAM," kata Putera. "Saya ingin memenangkan turnamen yang lebih besar, menjadi juara, dan menghasilkan hasil yang konsisten."
Sementara itu, Shahadzryl Suhaime tetap berada di jalur untuk meraih gelar ganda U-13 setelah mencapai final tunggal dan ganda. Ia mengalahkan Nuqman Al Iman Mohd Noor Azriq dengan skor 15-4, 15-7 di nomor tunggal sebelum berpasangan dengan Gan Giap Han untuk mengalahkan Chia Zhi Dong-Rehhan Preman dengan skor 15-8, 7-15, 15-9 di semifinal ganda.