Pada hari Sabtu, Jason Gunawan dari Hong Kong meraih pencapaian luar biasa dalam karier bulu tangkisnya dengan berhasil bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Anders Antonsen asal Denmark. Pertandingan berakhir dengan skor 15-21, 22-20, 21-16, yang mengantarkan Jason ke turnamen BWF 750 Super Series China Masters 2026. Dengan hasil ini, tidak ada perwakilan Denmark yang akan bertanding di final tunggal putra turnamen tersebut.
Anders Antonsen, yang diunggulkan dalam semifinal melawan Jason Gunawan, harus menelan kekalahan dalam tiga set: 21-15, 20-22, 16-21. Akibatnya, final akan menjadi duel antara dua pemain dari Hong Kong, di mana Gunawan akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Lee Cheuk Yiu, dalam pertarungan yang mengejutkan antara pemain peringkat 32 dan 25 dunia.
Performa Menawan Jason Gunawan
Di usia 22 tahun, Jason Gunawan tampak menunjukkan performa terbaik dalam kariernya yang masih muda. Ia dengan tenang memanfaatkan setiap kesalahan yang dilakukan oleh Antonsen, yang merupakan pemain lebih berpengalaman. Antonsen pasti akan menyesali kesalahan-kesalahan krusial yang dibuatnya pada momen-momen penting di set ketiga.
Awalnya, pertandingan berjalan sesuai rencana bagi Antonsen. Setelah awal yang kurang stabil, di mana Gunawan sempat menunjukkan kekuatan smash-nya, Antonsen mulai menemukan ritme permainan. Tertinggal 1-6, pemain Denmark itu maju lebih dekat ke net untuk menghindari serangan melambung dari Gunawan. Ia berhasil unggul 11-8 sebelum lawannya menyamakan kedudukan menjadi 14-14. Namun, Antonsen kembali mengambil alih dengan enam poin beruntun yang memastikan kemenangan set pertama.
Set Kedua yang Menentukan
Di set kedua, Jason Gunawan tampil dominan dengan memimpin 9-4 berkat tujuh poin beruntun di awal. Antonsen kesulitan menemukan strategi yang tepat, yang mengakibatkan banyak kesalahan dari raketnya. Meskipun Antonsen sempat menunjukkan permainan yang baik dan hampir mengejar ketertinggalan, ia hanya mampu menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Setelah menyelamatkan satu set point, Antonsen tidak dapat melanjutkan momentum. Gunawan, yang kini percaya diri, berhasil membangun keunggulan solid dan tetap tenang meskipun Antonsen mencetak beberapa poin beruntun.
Antonsen memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 17-17, tetapi keputusan buruk di dekat net membuatnya frustrasi hingga membanting raketnya ke lantai. Itu menjadi perlawanan terakhirnya dalam semifinal yang sangat menghibur.